Breaking News:

Narkoba

Tergiur Upah Rp 48 Juta, Sopir dan Kernet Nekat Seludupkan Ganja 400 Kilogram dari Aceh-Bekasi

Tergiur Upah Rp 48 Juta, Sopir dan Kernet Nekat Seludupkan Ganja 400 Kilogram dari Aceh Menuju Bekasi. Keduanya Kini Meringkut dalam Sel Tahanan BNN

Warta Kota
Jumpa pers pengungkapan kasus penyeludupan 400 kilogram ganja dari Aceh menuju Bekasi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (13/8/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, CAWANG - Dua orang kurir yang berprofesi sebagai sopir dan kernet berinisial EB dan FH tertunduk lemah pasca diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (10/8/2020).

Mereka harus mendekam di balik jeruji besi setelah kedapatan membawa 400 kilogram ganja dari Aceh menuju Bekasi.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan kedua tersangka tergiur upah yang ditawarkan oleh dua orang berinisial D (DPO) dan I yang mengendalikan bisnis di Lapas Lampung.

Keduanya dijanjikan upah sebesar Rp 48 juta apabila sukses mengantarkan ganja dari Aceh menuju Bekasi.

"Mereka dijanjikan akan dibayar Rp 48 juta untuk berdua, apabila berhasil mengantarkan barang dari Aceh ke Bekasi," kata Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (13/8/2020).

Benyamin Davnie Imbau Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Pilkada Tangsel dari Polistik SARA

Awalnya, perjalanan jalur darat 400 kilogram ganja yang dikemas menjadi 401 bungkus itu tidak mengalami kendala.

Truk yang dikemudikan tersangka lolos dari pemeriksaan.

Sebab paket hganja tersebut disamarkan dengan tumpukan kayu dan pisang.

"Dari Aceh, mereka transit di Medan, kemudian langsung ke Bekasi. Keduanya menyembunyikan ganja tersebut di bawah lantai truk yang ditumpuk oleh kayu dan pisang untuk disimpan di gudang yang ada di Bekasi," kata dia.

Petugas pun menggerebek truk tersebut sebelum sampai ke gudang, tepatnya di jalan Pesona Metropolitan, Bekasi pada Senin (10/8/2020) lalu.

BNN Ungkap Peredaran Ganja Asal Aceh, Dua Kurir Diamankan Berikut Barang Bukti 400 Kilogram Ganja

Dari pengakuan kedua tersangka, mereka baru satu kali melakukan hal tersebut.

"Mereka baru dibayar sebagian," ucap Arman.

Walau begitu, kedua tersangka dijerat Pasal 144 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved