Breaking News:

Sore Ini Gubernur Anies Umumkan Perpanjangan PSBB Transisi Keempat Kalinya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengumumkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) fase keempat.

YouTube Kemenkeu RI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengumumkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama yang telah diperpanjang sampai tiga kali pada Kamis (13/8/2020) sore. PSBB fase ini telah berlaku sejak Jumat (31/7/2020) dan berakhir sampai Kamis (13/8/2020).

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Politisi dari Partai Gerindra ini membeberkan Anies akan menyampaikan hasil evaluasi dari pelaksanaan PSBB transisi fase pertama yang diperpanjang tiga kali selama dua pekan.

PSBB Proporsional Tahap Ketiga, Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi Stagnan

“Kemungkinan kalau memang hasilnya baik sekali kita akan memasuki masyarakat sehat, aman dan produktif. Tapi kalau sebaliknya atau angkanya buruk sekali, maka kita akan melakukan emergency break policy (kebijakan rem darurat) untuk kembali masa PSBB sebelum transisi yah,” ujar Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Kamis (13/8/2020) siang.

Kemudian, kata pria yang akrab disapa Ariza ini, bila kasus Covid-19 stagnan atau tidak ada perubahan, pemerintah daerah akan memperpanjang kembali PSBB transisi. Karena itu, data-data yang diteliti Pemprov DKI Jakarta saat ini akan mempengaruhi langkah Anies dalam mengambil keputusan.

“Kami akan liat tergantung pada data-data yang dicermati dan analisa. Tetapi kami sangat bersyukur sekalipun ada angka penyebaran di DKI Jakarta, ini angka kematiannya kecil atau 3,6 persen, sementara angka nasional lebih tinggi,” kata Riza.

Dalam kesempatan itu, Ariza mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan jajarannya di tingkat Sudin serta Puskesmas dalam memaksimalkan pengetesan Covid-19. Kata dia, pengetesan memakai alat PCR sangat membantu pemerintah dalam memetakan wabah Covid-19 di Ibu Kota.

Selain itu pengetesan dilakukan sebagai upaya untuk menekan penularan Covid-19 secara masif. Terutama bagi yang terjangkit Covid-19 tanpa gejala klinis, mereka akan diminta isolasi mandiri di rumah.

Ariza : Anies Baswadan Bakal Umumkan PSBB Transisi Diperpanjang dalam 1 atau 2 Hari Ini

Dengan begitu, potensi mereka menularkan kepada yang lain jadi semakin rendah. “Allahamdullilah angka yang sembuh sangat besar sekali signifikan. Kemudian sebaliknya yang angka meninggal kecil, mudah-mudahan pertanda yang baik dengan upaya kita selama ini. Sebab Jakarta termasuk provinsi yang baik dalam penanganan Covid-19,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk setiap pekan. Atas acuan itu, DKI Jakarta minimal harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

“Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4 kali lipat standar WHO,” kata Widyastuti dalam webinar ‘The Importance of Healthcare Leadership in The New Normal’ pada Kamis (6/8/2020).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved