Kamis, 23 April 2026

Virus Corona

Banyak Kalangan Ragukan Khasiat Vaksin Corona Buatan Rusia

Mereka menilai, klaim Rusia itu lebih didasarkan pada gengsi negara saja, bukan berdasarkan kaidah ilmiah

Penulis: |
straitstimes.com
Vaksin virus corona Sputnik V buatan Rusia 

Wartakotalive, Jakarta - Jerman meragukan khasiat vaksin covid-19 buatan Rusia yang sudah resmi diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan nama Sputnik V.

Presiden Putin pada Selasa kemarin mengumumkan bahwa pemerintah sudah menyetujui penggunaan vaksin covid-19 buatan dalam negeri.

Namun, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, yang dikutip straitstimes.com, Rabu, 12 Agustus 2020, menilai bahwa vaksin Rusia itu belum cukup teruji.

Padahal tujuan utama pembuatan vaksin apapun adalah untuk keselamatan manusia.

"Sangat berbahaya untuk memberi vaksin kepada jutaan, bahkan miliaran, manusia jika prematur, karena justru akan menyebabkan orang tak mau menerima vaksinasi jika ternyata gagal. Maka saya merasa ragu dengan yang dibuat Rusia," kata Spahn.

Ia menekankan bahwa meski dalam masa pandemi, proses pembuatan vaksin virus corona tetap harus melandaskan diri pada telaah yang mendalam, dan uji coba yang terukur.

Banyak kalangan medis di berbagai belahan dunia juga meragukan khasiat vaksin Sputnik V itu.

Alasan utama adalah waktunya terlalu singkat untuk vaksin itu dinyatakan efektif mengatasi covid-19.

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin (Reuters/Maxim Shemetov via nationalreview.com)

Sejumlah perusahaan farmasi dan pemerintah saat ini juga sedang mengembangkan kandidat vaksin covid-19.

Sebagian masih dalam tahap uji di laboratorium, sebagian yang lain sudah mengalami uji fase ketiga, terakhir, dalam bentuk uji coba pada sekitar 30.000 orang.

Sejauh ini baru Rusia saja yang mengklaim berhasil membuat vaksin untuk virus yang sudah menginfeksi lebih dari 20 juta orang itu.

Kalangan ilmuwan berpendapat bahwa pada umumnya, hanya 10 persen saja dari semua upaya mendapatkan vaksin, yang sukses.

Mereka menilai, klaim Rusia itu lebih didasarkan pada gengsi negara saja, bukan berdasarkan kaidah ilmiah.

Namun, pihak Rusia bersikukuh dengan keputusannya itu. Presiden Putin menjamin vaksin itu teruji, dan aman.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko membantah keraguan banyak kalangan tersebut.

Mereka, kata dia, berpendapat tanpa bukti dan karena alasan persaingan semata.

Menurut pemerintah Rusia, vaksin itu akan disuntikkan pertama-tama kepada para petugas medis, kemudian para guru, atas dasar sukarela, mulai awal September mendatang.

Setelah itu, vaksinasi massal kepada rakyat Rusia akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved