Warga Usia Produktif Diimbau Wajib Terapkan Protokol Kesehatan karena Rentan Sebarkan Covid

Idris meminta sebisa mungkin kelompok warganya yang berusia produktif atau pekerja menghindari kontak dengan kelompok rentan seperti anak dan lanjut

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan terkait kesiapan Kota Depok menghadapi New Normal pasca berakhirnya PSBB pada 4 Juni mendatang, Senin (1/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok ada pada pasien usia produktif.

Yakni pada kelompok usia antara 30-39 tahun dengan jumlah total sebanyak 370 orang.

Kemudian, disusul kelompok usia 20-29 tahun dengan total kurang lebih 289 orang.

"Mereka ini kelompok usia produktif atau masuk usia kerja. Maka, saya tegaskan wajib untuk menerapkan protokol kesehatan pribadi," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad dalam keterangannya, Selasa (11/8/2020).

Idris berhaap warga secara pribadi dapat benar-benar melakukan protokol kesehatan, di antaranya membersihkan diri, cuci tangan dengan sabun, dan bersihkan semua barang seusai dari luar rumah dengan disinfektan.

Selain itu, Idris meminta sebisa mungkin kelompok warganya yang berusia produktif atau pekerja menghindari kontak dengan kelompok rentan seperti anak dan lanjut usia.

"Selalu gunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ketika beraktivitas," paparnya.

Informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, jumlah kasus positif terpapar Covid- 19 di Kota Depok mengalami peningkatan yang signifikan.

Wilayah dengan julukan Kota Belimbing ini pun masuk dalam zona merah penyebaran virus corona.

Menanggapi kondisi itu, Mohammad Idris mengatakan penyebab meningkatnya kasus baru berasal dari kontak erat warganya dengan penderita.

Oleh karenanya, Idris menekankan warganya untuk terus menerapkan disiplin tinggi terhadap protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid- 19.

"Ketika kami telusuri memang peningkatan pasien positif berasal dari kasus kontak erat. Maka, bagi warga yang beraktivitas maupun bekerja harus terapkan protokol kesehatan ketika sampai di rumah," ujar Mohammad Idris melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2020).

Sehingga munculnya klaster baru pun tak dapat dihindarkan, terutama klaster di perkantoran atau area kerja warganya.

"Alhamdulillah, pasien sembuh di Kota Depok bertambah lima orang pada Sabtu (9/8). Suspek aktif juga berkurang atau selesai pengawasan sebanyak tujuh orang dan kontak erat aktif juga berkurang 13 orang. Namum ada penambahan kasus konfirmasi sebanyak 32 orang. Lalu, meninggal satu orang," akunya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved