Breaking News:

Berita Tangsel

Lukai Delapan Warga, Tiga Pelaku Penembakan Misterius Berdalih Bubarkan Aksi Balap Liar

Lukai Delapan Warga, Tiga Pelaku Penembakan Misterius Berdalih Bubarkan Aksi Balap Liar. Pihak Kepolisian Curiga, Sebab Korban pengendara Jalan Biasa

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan saat merilis kasus penembakan misterius di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangsel pada Selasa (11/8/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kasus penembakan misterius di meresahkan warga Tangerang Selatan (Tangsel) dan Tangerang Raya.

Pasalnya, aksi yang dilakukan oleh Evans Ferdinand (26), Clerence Antonius (19), Christoper Antonius (19) itu justru menyasar para pengendara sepeda motor di sejumlah wilayah.

Kasus tersebut diungkapkan Kapolres Kota Tangsel AKBP Iman Setiawan telah didalami pihaknya.

Pihaknya telah melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap ketiganya.

Dipaparkannya, ketiga pelaku tersebut melangsungkan aksinya tanpa motif tertentu ataupun balas dendam.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku, mereka ini ngakunya ingin membubarkan balap liar yang meresahkan masyarakat," kata Iman di Mapolres Tangsel, Serpong, Tangsel pada Selasa (11/8/2020).

Film The Factory di Trans TV, Selasa (11/8) Pukul 23.30 WIB Tentang Misteri Penculikan

Walau begitu, pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus penembakan misterius yang telah mengakibatkan delapan orang terluka tembak tersebut.

Mengingat, pelaku diketahui menyasar para korban yang sedang mengendarai sepeda motor dengan tertib saat berkendara.

"Ya pengakuannya tersangka begitu, tapi tidak sesuai dengan fakta penyelidikan, karena semua korbannya tidak ada yang ikut balap liar. Tapi masyarakat pengguna jalan raya," jelas Iman.

Didukung Penuh PDIP, Muhamad-Rahayu Saraswati Bakal Prioritaskan Pembangunan Smart City di Tangsel

Adapun dalam pengungkapan kasus itu, pihak Polres Tangsel mengamankan empat barang bukti berupa senjata air gun yang terdiri dari satu pucuk senjata air gun warna hitam jenis glok, satu pucuk air gun warna hitam merek fushion gejluk, satu pucuk air gun warna hitam merek evolution PCP.

Serta, satu kotak peluru gutri kaliber 4,5 mm, 37 butir peluru mimis, satu unit mobil jenis Daihatsu dengan Nomor Polisi B 1718 WOM yang digunakan dalam operasinya.

Atas perbuatannya ketiga pelaku diancam melanggar Pasal 170 Ayat 2 E KUHP dan atau Pasal 335 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 351 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dalam tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan dan atau tanpa hak menguasai, memiliki, menyimpan, menggunakan senjata api. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved