Breaking News:

Bertahun-tahun Kantor Polsek dan Gedung MUI Tak Digunakan, Aliansi Masyarakat Pinang Sebut Mubazir!

Camat Pinang, Kaonang mendukung keinginan masyarakat dan berharap kedua gedung tersebut dapat difungsikan dan dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat

Warta Kota
Warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pinang (AMP) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bertanggung jawab atas mangkraknya operasional Gedung Polsek Pinang dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berada di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (11/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Tidak difungsikan selama bertahun tahun, Gedung Polsek Pinang dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mengalami kerusakan di berbagai sudut ruangan.

Warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pinang (AMP) pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bertanggung jawab atas mangkraknya operasional Gedung Polsek Pinang dan Kantor MUI.

Warga menilai telah terjadi pemborosan anggaran yang merugikan keuangan dan perekonomian daerah yang ditaksir sebesar Rp 5 miliar akibat tidak dimanfaatkannya kedua gedung itu.

Warga kemudian beramai ramai mendatangi Polsek Pinang dan menempelkan spanduk tuntutan aksi.

Koordinator (AMP), Andri Yanto, mengatakan, Pemkot Tangerang dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang telah melakukan kesalahan dalam pembangunan Gedung Polsek Pinang dan Gedung MUI. Pasalnya lahan yang ditempati saat itu belum jelas statusnya.

Selain itu, Andri juga menduga adanya kecurangan proses pembangunan kedua gedung tersebut yang terkesan dipaksakan.

“Kami mendesak dan menuntut Wali Kota atau Dinas Perkim bertanggung jawab atas pembangunan kedua gedung itu. Dan kami minta gedung itu bisa difungsikan dan dimanfaatkan agar tidak mubazir. Harus ada langkah nyata dari Pemkot,” kata Andri, Selasa (11/8/2020).

“Gedung Polsek Pinang dibiarkan kosong sekitar 7 tahun lalu. Kalau Gedung MUI kosong sejak 2 tahun lalu. Ya sampai sekarang belum ada kejelasan. Ini bukti kegagalan Pemkot dalam menggelola anggaran dan perencanaan pembangunan,” ucapnya lagi.

Di lokasi yang sama, saat dijumpai wartawan, Lurah Kunciran, Rojali enggan memberikan keterangan terkait mangkraknya dua gedung yang ada di wilayahnya.

“Saya enggak tahu, langsung ke Pemkot aja. Soalnya sebelum saya di sini sudah ada sih (gedung Polsek dan MUI Pinang),” ucapnya.

Dukung masyarakat

Sementara Camat Pinang, Kaonang mendukung keinginan masyarakat dan berharap kedua gedung tersebut dapat difungsikan dan dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat. Terlebih beberapa waktu lalu terjadi bentrokan massa di depan Kantor Kecamatan Pinang.

“Pada intinya, saya mendukung agar secepatnya Polsek Pinang diaktifkan. Kami sudah serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Namun info terakhir bahwa untuk mengaktifkan Polsek baru membutuhkan anggaran dan personil, harapan saya agar secepatnya bisa diaktifkan,” ujar Kaonang.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved