Breaking News:

Berita Jakarta

50 Persen Pedagang Loksem di Jakarta Pusat Belum Jalani Pemeriksaan Covid-19

50 Persen Pedagang Loksem di Jakarta Pusat Belum Jalani Pemeriksaan Covid-19. Padahal Mereka Rentaan Terpapar Covid-19

Istimewa
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara memimpin apel pelepasan petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban di halaman Kantor Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (31/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan pihaknya terus mendorong agar dilakukan pemeriksaan covid-19 tehadap masyarakat, termasuk para pedagang di lokasi sementara (loksem).

Hal ini dilakukan karena pedagang loksem juga memiliki kerentanan karena juga banyak berinteraksi dengan banyak orang.

"Iya beberapa loksem sudah dilakukan pemeriksaan. Beberapa juga sudah kita koordinasikan. Kayak di Pasar Bedeng (Kemayoran) itu kan loksem juga tuh," kata Bayu Meghantara pada Selasa (11/8/2020).

Meski sebagian sudah dilakukan pengetesan covid-19, Bayu menyebut jika belum ada temuan kasus yang signifikan yang berasal dari pedagang loksem.

Hanya ada beberapa pedagang yang hasilnya positif, namun tidak menjadi kluster.

"Temuan kasusnya tidak begitu signifikan. Datanya mungkin ke PPKUKM," katanya.

Menangkan Pilkada Tangsel, Muhamad - Rahayu Jamin Warga Minoritas, Muhamad : Tangsel untuk Semua

Muhamad Minta Pendukung dan Kader PDIP-Gerindra Menangkan Pilkada Tangsel dengan Cara Elok

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Jakarta Pusat (Sudin PPKUKM) Bangun Richard mengatakan baru 50 persen pedagang loksem yang sudah menjalani pemeriksaan Covid-19.

"Jumlah Loksem JP di Jakarta Pusat ada 55 JP, nah itu baru sekitar 30 Loksem yang sudah diperiksa pedagangnya," kata Bangun.

Lunturkan Politik Identitas, PDIP dan Gerindra Dukung Muhamad-Rahayu Dalam Pilkada Tangsel 2020

Sementara itu, 25 Loksem dimana pedagangnya belum menjalani pemeriksaan swab test masih menunggu jadwal pihak kelurahan.

Pengaturan dalam pemeriksaan pedagang diatur Kepala Satuan Pelaksanaan (Kasatpel) PPKUKM tingkat kecamatan.

"Jadi kasatpel itu yang berkordinasi dengan pihak kelurahan mengenai jadwal swab test. Alasannya pedagabg bareng pemeriksaan dengan warga. Yang pedagangnya sudah di periksa ialah Lokasi Binaan (Lokbin) diempat lokasi," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved