Breaking News:

Virus Corona

Mahfud MD: Banyak Dokter Meninggal Saat Tangani Pasien Covid karena Kelelahan dan Stres

Pemerintah menyediakan insentif dan santuan pada para tenaga medis secara keseluruhan. Besaran insentif dan santunan pun bermacam-macam.

Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Menko Polhukam Mahfud MD katakan dokter meninggal saat tangani pasien Covid karena kelelahan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Tingkat kematian tenaga kesehatan akibat infeksi virus corona di Indonesia disebut-sebut menjadi angka kematian tertinggi di di antara negara Asia Tenggara, bahkan di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, banyak dokter meninggal dunia disebabkan kelelahan dan stres menangani pasien Covid-19.

Pemerintah memberikan santunan dan penghargaan untuk dokter yang meninggal tersebut.

"Kita mencatat banyak dokter yang menjadi korban, dalam pengabdiannya itu. Mungkin karena lelah, stres juga," kata Mahfud dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Sabtu (8/8/2020).

Wabah Virus Corona, Berikut Daftar Dokter Meninggal Dunia Akibat Covid-19

"Mungkin itu semua, lelah dan stres, lalu terkena Covid-19 sehingga meninggal," ujar Mahfud MD.

Karena itu, kata Mahfud, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap mereka.

Pemerintah menyediakan insentif dan santuan pada para tenaga medis secara keseluruhan. Besaran insentif dan santunan pun bermacam-macam.

Dokter PPDS Unair, dr Putri Wulan Sukmawati meninggal dunia akibat terpapar covid-19, Minggu (5/7/2020).
Dokter PPDS Unair, dr Putri Wulan Sukmawati meninggal dunia akibat terpapar covid-19, Minggu (5/7/2020). (istimewa)

Mahfud menjelaskan, setiap dokter spesialis yang menangani Covid-19 mendapat insentif Rp 15 juta per bulan. Kemudian, untuk dokter umum Rp 10 juta per bulan.

Lalu untuk tenaga medis lain yang bukan dokter yang bekerja untuk penanganan Covid-19 diberi insentif Rp 7,5 juta per bulan.

Menurut Mahfud, dana untuk insentif ini sudah tersedia.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved