Breaking News:

Riset

Riset Kredivo dan KIC: Rata-Rata Orang Indonesia Belanja Online 20 Kali per Tahun, Ini Penjelasannya

Kenaikan juga terjadi pada nilai transaksi di hampir semua produk yang dijual di e-commerce.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Hasil riset terbaru Kredivo dan Katadata Insight Center (KIC) yang bertajuk 'Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia', menunjukkan peningkatan jumlah rata-rata transaksi e-commerce per bulan dari kuartal pertama menuju kuartal terakhir pada 2019. 

Riset ini menggunakan data primer pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi dan dari lima kelompok umur dan pendapatan serta ditentukan berdasarkan random sampling.

Penelitian juga dilakukan dari Februari - Mei 2020 guna menganalisa tipe-tipe konsumen yang berbelanja online dari berbagai aspek, termasuk gender, umur, dan lokasi, hingga menggali lebih jauh jenis-jenis produk yang dibeli oleh konsumen. 

“Kami percaya dengan adanya riset ini akan memberikan manfaat  bagi strategi bisnis para mitra e-commerce seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dalam berbelanja online, termasuk menggunakan pembayaran digital,” ujar General Manager Kredivo Indonesia Lily Suriani dalam keterangan tertulis yang diterima Wartakotalive.com, Jumat (7/8)

E-Commerce Bisa Membantu Meningkatkan Penetrasi Reksadana

Tren positif kepercayaan

Lebih lanjut, Lily memaparkan bahwa tren positif kepercayaan tersebut juga berlanjut ke semester pertama tahun 2020.

Data internal Kredivo mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce yang terus berlanjut, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok.

“Selain pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi offline menjadi transaksi online dan peningkatan adopsi digital, hal ini menandakan bahwa masyarakat tetap percaya pada e-commerce meskipun di tengah situasi menantang saat ini,” sebutnya.

Potensi

Di sisi lain, riset juga menemukan bahwa potensi pertumbuhan e-commerce di luar Jawa cukup baik meski jumlah dan nilai transaksi e-commerce Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa.

Sebagai contoh di level kota, beberapa kota besar di luar Jawa memiliki konsumen e-commerce yang cukup banyak, seperti Medan, Palembang, dan Denpasar. 

”Pertumbuhan e-commerce di luar Pulau Jawa Ini juga menjadi sinyal baik bagi inklusi digital, dimana penetrasi internet, daya beli, dan upah minimum regional (UMR) menjadi daya dorong utama dalam peningkatan transaksi digital per populasi,” tambah Lily.

20 Kali belanja

Sementara, Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri turut menambahkan temuan menarik lainnya diantaranya peningkatan aktivitas e-commerce didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi sebesar 85 persen dari total transaksi. Meski demikian, semua kelompok umur tetap terbuka untuk bertransaksi online.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved