Breaking News:

Pertanian

Ada 10 Ribu Ton Produk Turunan Sawit Berupa Cangkang Sawit Diekspor ke Jepang

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan pelepasan ekspor perdana 10.000 ton produk turunan sawit berupa cangkang sawit di Babel

Dok. Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor perdana 10.000 ton produk turunan sawit berupa cangkang sawit di Provinsi Bangka Belitung (Babel) ke Jepang. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, KEMBANGAN - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan pelepasan ekspor perdana 10.000 ton produk turunan sawit berupa cangkang sawit di Provinsi Bangka Belitung (Babel) ke Jepang.

Ekspor produk turunan sawit berupa cangkang sawit milik PT Bumi Agri Sejahtera senilai Rp 1,1 miliar ini sekaligus membuktikan bahwa sektor pertanian di Babel memacu pertumbuhan ekspor.

"Setelah lada, sawit, karet dan lidi nipah, maka cangkang sawit menambah deret komoditas unggulan ekspor baru asal Babel," kata Syahrul, melalui keterangan tertulis, Sabtu, (8/8).

Menurut Syahrul, Provinsi Babel menjadi wilayah yang memiliki potensi luar biasa.

Selain secara geografis dekat dengan negara tetangga, ada peluang besar ekspor dengan tanah yang subur.

"Integrator atau eksportirnya sudah ada di daerah ini dan tinggal kita perkuat," kata Syahrul.

Hal itu dibuktikan dimana Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat pada triwulan kedua 2020, sektor pertanian tumbuh paling kencang di masa pandemi yakni sebesar 16,24 persen.

Apalagi dari lima penyumbang ekonomi terbesar yakni sektor pertanian, industri, perdagangan, konstruksi dan pertambangan, hanya pertanian yang menyumbang pertumbuhan positif.

"Ini berkat kerja keras, kerja bersama dan kerja dengan cara berpikir yang sinergis dari seluruh insan pertanian baik di pusat, daerah, pelaku usaha dan juga petani," katanya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian untuk melakukan hilirasi produk pertanian.

"Kedepan produk yang diekspor harus barang jadi, minimal setengah jadi agar makin banyak nilai tambah diraih petani dan masyarakat," kata Ali. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved