Berita Jakarta

Jumlah Penumpang Angkutan Umum Meningkat Dampak Kebijakan Ganjil Genap Jakarta? Ini Kata Dishub DKI

Dinas Perhubungan DKI Jakarta tepis kabar peningkatan jumlah penumpang angkutan umum, sejak Senin (3/8/2020) lalu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Angkutan umum beralih rute menuju kawasan Palmerah dan Tanah Abang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan akibat banyaknya penumpang transit dari KRL, Minggu (20/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tepis kabar peningkatan jumlah penumpang angkutan umum, sejak Senin (3/8/2020) lalu.

Diketahui, kabar yang beredar soal jumlah penumpang angkutan umum meningkat, dampak dari kebijakan ganjil genap (gage) kendaraan pribadi.

Menurut Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah penumpang angkutan umum naik bukan dari banyaknya warga yang beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum.

Tapi merupakan hal yang biasa sejak pemerintah daerah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pada 8 Juni 2020 lalu.

Kesadaran Masyarakat Bahaya Covid-19 Menurun, 40 Orang Terjaring Operasi PSBB Transisi

VIDEO: PSBB Transisi Terus Diperpanjang, Pasangan Padati KUA Jagakarsa

Terjaring Razia PSBB, Seorang Pengendara Memarahi Satpol PP

Ketika PSBB transisi diberlakukan, perusahaan dari berbagai bidang di Jakarta kembali beraktivitas, namun dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

“Dari hasil pantauan kami memang dari posisi itu ada kenaikan tiga persen di bus Transjakarta, kereta MRT, LRT dan KRL Commuter Line,” katanya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di FX Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2020).

Menurut Syafrin, sebetulnya kebijakan gage dikeluarkan jauh sebelum wabah Covid-19 menyerang Ibu Kota.

Paradigma awal, kebijakan itu memang dikeluarkan untuk memindahkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Namun saat wabah Covid-19, kebijakan itu dikeluarkan agar perusahaan tetap mengikuti ketentuan pemerintah dengan mempekerjakan 50 persen karyawan di kantor.

Selain itu, perusahaan juga harus mengikuti jadwal sif kerja yang disusun pemerintah pada pukul 07.00 dan pukul 10.00.

“Jadi dari pantauan, posisi itu (kenaikan jumlah penumpang) bukan artinya ada perpindahan dari kendaran pribadi ke angkutan umum"

"Tapi siklus rata-rata kenaikan di tiap pekan sejak diterapkannya kebijakan PSBB transisi,” ujar Syafrin.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved