Breaking News:

Berita Jakarta

Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok Lewat Instagram Harus Jadi Pembelajaran Masyarakat

Kedua pelaku dijerat Pasal 28 dan 45 UU ITE yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Warta Kota/Budi Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, bersama kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy, konpers kasus pencemaran nama baik di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Polda Metro Jaya memastikan bahwa penyidik masih tetap memproses hukum kasus pencemaran nama baik lewat media sosial terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dimana dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan dua tersangka perempuan, pemilik akun Instagram yang dinilai mencemarkan nama baik Ahok dan keluarga.

Yakni KS (67), pemilik akun instagram @ito.kurnia dan EJ (47) pemilik akun instagram @An7a_s679.

KS, diamankan polisi dari Bali, pada 29 Juli 2020, sementara EJ (47), diamankan dari Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/7/2020) sore.

Bantah Jadi Orang Ketiga, Marshanda: Arya Satria Sahabat Saya

Polda Metro Jadwalkan Periksa Anji Manji dan Hadi Pranoto Senin Pekan Depan

Kedua tersangka adalah penggemar berat mantan istri Ahok, Veronica Tan, dan berada dalam satu komunitas yang sama di dunia maya, yakni komunitas Veronica Lovers.

Meski ditetapkan tersangka keduanya tak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari kejadian ini diharapkan masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial.

"Juga dengan kasus ini ada efek jera yang kami tampilkan. Yakni menyampaikan kepada mereka yang coba bermain-main di medsos tanpa memperhatikan hal-hal yang bisa tersangkut dalam tindak pidana atau UU ITE," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/8/2020)

Cemburu Jadi Motif Tersangka Nekat Habisi Nyawa Kekasihnya di Apartemen Margonda Depok

Masa Sosialisasi Diperpanjang, Penilangan Aturan Ganjil Genap Ditunda Sampai Pekan Depan

"Kami harap masyarakat lebih bijak bermain medsos dan apabila dapat informasi cari kebenaran lebih dahulu baru kita mensharing. Intinya saring dulu, sebelum kita sharing. Ini yang paling utama dan kita perlu sampaikan," papar Yusri.

Yusri memastikan bahwa sampai Kamis (6/8/2020) sama sekali belum ada pernyataan dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang memaafkan kedua tersangka pelaku pencemaran nama baik Ahok atau mencabut laporan.

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved