Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Bareskrim Akan Tentukan Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Dalam kasus hilangnya red notice Djoko Tjandra ini telah ada dua jenderal yang dicopot dari jabatannya.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Bareskrim Polri menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menemukan dugaan penyuapan dan gratifikasi kepada penyelenggara negara, terkait hilangnya red notice atas nama Djoko Soegiarto Tjandra dari daftar Interpol.

Karenanya, Bareskrim menaikkan status kasus penghapusan red notice ini dari penyelidikan ke penyidikan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan dinaikkanya status kasus dari penyelidkan ke penyidikan setelah pihaknya memeriksa dan meminta keterangan 15 orang saksi.

"Lalu kita lakukan gelar perkara. Hasilnya pada Rabu, 5 Agustus 2020 kemarin, penyidik menaikkan kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” kata Argo di Mabes Polri, Kamis (6/8/2020).

Polisi Sebut Belum ada Statemen Ahok Memaafkan Dua Tersangka Pelaku Pencemaran Nama Baik

Ahok Ancam Siapapun yang Korupsi di Pertamina: Kami Akan Lacak Anda!

Ini artinya kata Argo sudah ada unsur pidana dalam kasus ini dan penyidik akan mendalami untuk menentukan serta memastika tersangkanya.

"Dengan naik ke penyidikan, maka akan dicari dan ditentukan ke depan siapa tersangkanya," kata Argo.

Dengan begitu, kata Argo, terhapusnya red notice Djoko Soegiarto Tjandra dari sistem Interpol ternyata tidak terjadi karena sistem seperti yang diklaim Mabes Polri sebelumnya.

"Ada suatu pemberian hadiah kepada penyelenggara negara, atas terhapusnya red notice Djoko Tjandra," kata Argo.

Yang jelas, kata Argo, pemberian hadiah diketahui dari aliran dana, setelah penyidik berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pekan Ini Polisi Jadwalkan Periksa 3 Saksi Ahli Terkait Dugaan Berita Bohong Anji dan Hadi Pranoto

“Konstruksi hukumnya terhadap tindak pidana yang dipersangkakan yaitu adanya penerimaan hadiah oleh penyelenggara negara terkait pengurusan penghapusan red notice. Ini diduga terjadi sekitar bulan Mei 2020-Juni 2020," kata Argo.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved