Breaking News:

Bangkitkan Ekonomi, Jokowi Ingin Gabungkan BUMN Penerbangan dan Pariwisata

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 berada di angka minus 5,32 persen.

Kompas.com
Ilustrasi pesawat 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 berada di angka minus 5,32 persen.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, sektor yang terdampak dan terkoreksi sangat dalam adalah pariwisata dan penerbangan.

Meski begitu, Presiden meminta dampak tersebut bisa dijadikan momentum untuk melakukan konsolidasi dan transformasi di sektor pariwisata dan penerbangan.

Polri Ciduk Buronan AS di Bali, Jadi Syarat Pulangkan Dua Buronan Kelas Kakap Indonesia

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/8/2020).

"Menurut saya ini justru, penurunan ini justru menjadi momentum kita untuk konsolidasi."

"Momentum kita untuk transformasi di bidang pariwisata dan di bidang penerbangan."

Jokowi Terbitkan Inpres 6/2020, Polri Diperintahkan Tegakkan Penerapan Protokol Kesehatan

"Melalui penataan yang lebih baik mengenai rute penerbangan, penentuan hub, penentuan super hub."

"Kemudian juga kemungkinan menggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata, sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan," tambahnya.

Menurut Presiden, langkah-langkah itu guna menguatkan kembali sektor pariwisata dan transportasi.

Tak Masuk Tim Pemenangan dan Positif Covid-19, Achmad Purnomo Tetap Restui Gibran-Teguh

Sehingga, usai pandemi Covid-19 ini, Indonesia sudah siap menghadapi peningkatan sektor pariwisata dan penerbangan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved