Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil Sambangi Kawasan Langganan Banjir di Kalideres

Kedua kawasan itu ialah pemukiman dekat Kali Semongol Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat dan pemukiman dekat Kali Semanan, Semanan, Kalideres, Jakar

(Desy Selviany
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil kunjungi dua kawasan rawan banjir di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES -Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil sambangi dua kawasan rawan banjir di Kalideres, Jakarta Barat. Kedua kawasan itu dekat dengan kali yang kerap menyebabkan banjir hingga lebih dari satu meter.

Kedua kawasan itu ialah pemukiman dekat Kali Semongol Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat dan pemukiman dekat Kali Semanan, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Kunjungan itu dalam rangka sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) No 60/2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur) pada 13 April 2020.

Dalam kunjungan itu, Sofyan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menarik sertifikat tanah warga yang ketahuan mendirikan bangunan di lahan pengairan.

Sebab menurut Sofyan, berdasarkan hasil penelitian, banyak kawasan pemukiman di Jakarta yang mendirikan bangunan di lahan hijau atau lahan pengairan.

Misalnya saja danau dijadikan pemukiman atau bantaran kali dijadikan pemukiman warga.

Maka dari itu, berdasarkan Perpres yang diteken April 2020 lalu itu menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki kewenangan berkoordinasi dengan Pemda untuk menertibkan bangunan liar.

Rencananya, dalam penertiban itu, pihak Kementerian ATR/BPN akan mengambil langkah hukum. Dimana mereka akan melibatkan Pemda, Polisi, TNI, dan Jaksa.

"Karena kalau tata ruang ini tidak teratur dan tidak dilaksanakan penegakan hukumnya maka kehidupan kita semakin payah dan semakin sulit di masa yang akan datang," ujar Sofyan dalam kunjungan di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020).

Menurut Sofyan, cara itu dianggap berhasil saat Pemprov Jawa Barat dalam menertibkan kawasan Ciliwung.

Sofyan mengatakan, saat ini Kementerian ATR/BPN juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah Jabodetabek untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda pemukiman warga.

Misalnya saja dari hilir dengan membuat Giant Sea World di Teluk Ancol. Selain itu dari hulu, pihaknya juga tengah rehabilitasi kawasan hijau di puncak.

Sedangkan untuk penyelesaian dari tengah, pihaknya akan menertibkan bangunan-bangunan yang dibangun di lokasi bantaran sungai atau situ.

"Kalau tata ruang kita biarkan seperti adanya ini maka Jakarta atau kota-kota lain ini akan menjadi kota yang tidak nyaman untuk dihuni," ungkap Sofyan. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved