Breaking News:

Ledakan di Beirut

Trump Sebut Ledakan di Beirut Merupakan Serangan Bom Bukan Faktor Zat Kimia Amonium Nitrat, Kok Bisa

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat analisis berbeda dibanding analisa sebelumnya. Ia bilang ledakan di Beirut karena serangan bom

Triangle news via dailymail.co.uk
Ledakan dasyat di Kota Beirut, Lebanon tampak kepulan asap merah seperti bom nuklir. Presiden AS Donald Trump bahkan berani menyebut sebagai serangan bom dibanding faktor zat kimia. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEIRUT -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat analisis berbeda dibanding analisa sebelumnya dari para pejabat hingga Presiden Lebanon Michel Aoun.

Pada hari Selasa (4/8/2020) waktu setempat ia mengatakan, ledakan dahsyat di Beirut kemungkinan merupakan serangan bom.

Padahal, para pemimpin Lebanon sebelumnya mengatakan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bahan peledak tinggi yang telah disimpan di gudang-gudang di ibukota selama bertahun-tahun.

Presiden Lebanon: 2.750 Ton Amonium Nitrat Terkait dengan Ledakan Masif di Beirut

VIDEO Detik-detik Ledakan di Beirut yang Telah Menewaskan 73 Orang dan Ribuan Luka Sumber Aljazeera

"Amerika Serikat siap membantu Lebanon," kata Trump pada pertemuan singkat Gedung Putih mengenai ledakan Selasa, yang menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai ribuan lainnya.

"Sepertinya serangan yang mengerikan."

Donald Trump sebut ledakan di Beirut sebagai serangan bom.
Donald Trump sebut ledakan di Beirut sebagai serangan bom. (dailymail/getty image)

Mengutip Reuters, ketika ditanya tentang penggambaran ledakannya, Trump mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan beberapa jenderal AS yang merasa ledakan itu bukan semacam jenis ledakan manufaktur.

Dia mengatakan kepada wartawan, "Menurut para jenderal yang tidak disebutkan namanya ini, ledakan itu tampaknya adalah serangan. Itu semacam bom.”

Ingin Segera Menikahi Clairine Clay, Faktor Ini Menunda Niat Baik Joshua Suherman Itu, Apa Saja?

Dua pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan tidak jelas di mana Trump menerima informasi tersebut.

Akan tetapi, informasi awal tampaknya tidak menunjukkan bahwa ledakan itu adalah serangan.

Para pejabat mengatakan informasi sejauh ini hanya berasal dari pejabat Lebanon kepada publik.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved