Ledakan di Beirut

Kepala Palang Merah Lebanon: Banyak Korban Masih Terperangkap di Rumah-rumah yang Hancur

Ratusan orang yang terluka dalam ledakan di pelabuhan Beirut dibawa ke rumah sakit, tetapi banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah yang rusak.

Al Jazeera
Korban ledakan di Beirut, Libanon. Sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang di antaranya luka. Korban diperkirakan masih akan terus bertambah. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEIRUT - Ledakan dahsyat yang mengguncang kota Beirut pada Selasa (4/8/2020) kemarin mengakibatkan banyak korban, baik meninggal maupun luka-luka.

Kepala Palang Merah Lebanon George Kettaneh mengatakan, ratusan orang yang terluka dalam ledakan di pelabuhan Beirut dibawa ke rumah sakit, tetapi banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah yang rusak akibat ledakan tersebut.

Ia mengatakan kepada media setempat bahwa tidak ada angka pasti jumlah korban yang terluka karena banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah dan di dalam wilayah ledakan.

Yang lainnya diselamatkan dengan perahu.

Media Lebanon LBCI mengutip Hotel Dieu Hospital di Beirut yang mengatakan bahwa mereka merawat lebih dari 500 orang dan tidak dapat menerima lebih dari itu.

Presiden Lebanon: 2.750 Ton Amonium Nitrat Terkait dengan Ledakan Masif di Beirut

Puluhan orang yang terluka perlu operasi, kata rumah sakit itu seraya meminta sumbangan darah.

Rekaman ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar.

Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

Setidaknya 10 jenazah dibawa ke rumah sakit, sumber keamanan dan sumber medis mengatakan kepada Reuters.

Lebih Dasyat dari Bom Hiroshima Jepang

Sementara itu dalam perkembangan terkini, ledakan besar di ibukota Lebanon, Beirut, telah menewaskan sedikitnya 73 orang, menyebabkan ribuan lainnya terluka dan menimbulkan kehancuran di kota itu.

Menteri kesehatan negara itu mengatakan lebih dari 3.700 orang terluka setelah ledakan di pelabuhan industri kota itu, tempat bahan kimia berbahaya disimpan di gudang.

Rekaman dramatis dari sekitar 18:00 waktu setempat menunjukkan asap mengepul dari daerah pelabuhan tak lama sebelum bola api besar meledak ke langit dan menyelimuti kota dalam awan jamur tebal.

 Kesaksian Mahasiswa Indonesia di Lebanon: Masjid Muhammad Al Amin Terkena Dampak Cukup Dasyat

Saksi mata menekankan besarnya ledakan itu, yang terdengar 125 mil jauhnya di Siprus, dan disamakan dengan 'bom nuklir'.

Ini melenyapkan gedung-gedung di sekitarnya langsung, di mana petugas pemadam kebakaran masih berjuang api malam ini, dan bahkan menimbulkan kerusakan pada distrik-distrik mil jauhnya dari lokasi ledakan.
Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved