Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Bawaslu Depok Temukan Pelanggaran di Masa Coklit Pilkada, Ada Joki

"Kami menemukan adanya joki PPDP satu orang yang ada di Kelurahan Pancoran Mas. Kepada kami, PPDP ini beralasan menitipkan berkasnya

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana saat ditemui Warta Kota di Kantor Bawaslu Kota Depok. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan selama masa pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok per tanggal 30 Juli 2020.

Dari hasil pengawasan sementara, Bawaslu menemukan adanya joki atau orang suruhan yang diperintahkan menggantikan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, meski joki tersebut tak lain adalah istri dari PPDP, namun tidak dapat dibenarkan.

Dari hasil penelurusannya, Dede mengaku Bawaslu mendapati alasan dari PPDP bahwa ketika pencoklitan berlangsung, si PPDP tersebut sedang keluar kota.

 Ini 3 Tempat Kemping Asyik di Bogor untuk Ajak Keluarga Berwisata

 Terdampak Pandemi, Pilot ini Banting Setir Jadi Kurir Makanan, Dulu Gaji Rp 2 Juta, kini Rp 250.000

 

Sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mendata warga pemilih di hari tersebut.

"Kami menemukan adanya joki PPDP satu orang yang ada di Kelurahan Pancoran Mas. Kepada kami, PPDP ini beralasan menitipkan berkasnya itu kepada istrinya untuk melakukan pencoklitan," papar Dede kepada Warta Kota di Kantor Bawaslu Kota Depok, Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Selasa (4/8/2020).

Tak sampai disitu, Bawaslu juga menemukan adanya ketidaksesuaian tindakan yang dilakukan PPDP saat menempelkan stiker sebagai tanda sudah dilakukannya pemutakhiran data kepada pemilih.

Di mana PPDP tersebut hanya menempelkan satu stiker di setiap rumah yang didatanya.

"Harusnya itu satu KK (kepala keluarga) satu stiker. Jadi, jika dalam satu rumah ada lebih dari satu KK, maka yang ditempel ya sesuai dengan jumlah KK tersebut," katanya.

Kejadian soal stiker ini dikatakan Dede terjadi di Kelurahan Mampang (Kecamatan Pancoran Mas) dan Kelurahan Pasir Gunung Selatan (Kecamatan Cimanggis).

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved