Breaking News:

Virus Corona

Cukup Diterapi 3 Kali Sehari, Gubernur Wayan Koster Sebut Ramuan Arak Bali Sembuhkan Pasien Covid-19

Dengan ramuan berbahan dasar arak tersebut, pasien cukup diterapi tiga kali sehari dan saat dilakukan uji swab pada hari ketiga sudah negatif.

photocollage/wartakotalive.com/tribunnews.com
Gubernur Bali Wayan Koster akan melegalkan pembuatan dan peredaran arak Bali. Gubernur Wayan Koster meminta pemerintah meninjau peraturan presiden yang melarang investasi industri arak Bali. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Bali I Wayan Koster, menggagas pengembangan riset ramuan berbahan dasar arak Bali. 

Di mana ramuan berbahan dasar arak Bali, membuat proses pemulihan pasien covid-19 menjadi relatif singkat.

Namun, untuk penggunaan ramuan tersebut kepada pasien covid-19, belum bisa dilakukan.

Pasalnya belum mendapatkan izin.

Dilansir dari TribunBali, Koster mengklaim, melalui ramuan berbahan dasar arak Bali, membuat proses pemulihan pasien covid-19 menjadi relatif singkat.

 Ini 3 Tempat Kemping Asyik di Bogor untuk Ajak Keluarga Berwisata

 Terdampak Pandemi, Pilot ini Banting Setir Jadi Kurir Makanan, Dulu Gaji Rp 2 Juta, kini Rp 250.000

 

Bahkan lebih singkat dibandingkan dengan metode standar yang menggunakan peningkatan antibodi pasien.

“Melalui teknik ini, persentase penyembuhan pasien terus meningkat. Saat ini hanya tersisa kurang lebih sekitar 500 pasien yang masih dirawat, baik dirawat di RS bagi yang sakit maupun cukup karantina bagi yang kondisinya sehat," kata Gubernur Koster saat membuka secara resmi sidang Sinode ke-47 Gereja Protestan Bali di Aula SMK Wira Harapan, Dalung, Kuta Utara, Badung, Selasa (4/8/2020)

Ia menuturkan, dengan ramuan berbahan dasar arak tersebut, pasien cukup diterapi tiga kali sehari dan saat dilakukan uji swab pada hari ketiga sudah dinyatakan negatif.

Namun sayangnya, izin edar penemuan riset ini belum keluar sehingga baru bisa diterapkan hanya kepada pasien yang dikarantina.

Sedangkan pada pasien yang dirawat di rumah sakit belum bisa diterapkan dikarenakan rumah sakit memiliki standar pelayanan yang tidak memperbolehkan terapi yang belum memiliki izin edar.

Halaman
12
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved