Breaking News:

Ganjil Genap

Ketimbang Ganjl Genap, Ombudsman Sarankan Pemprov DKI Atur Waktu Sif Kerja Pegawai

Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menilai, keputusan Pemprov DKI Jakarta soal kebijakan ganjil genap saat wabah Covid-19 sangatlah tidak tepat.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah petugas kepolisian dan Dishub DKI tengah melakukan sosialisasi ganjil genap di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sekaligus membagikan masker gratis. 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menilai, keputusan Pemprov DKI Jakarta soal kebijakan ganjil genap saat wabah Covid-19 sangatlah tidak tepat.

Soalnya, kasus Covid-19 di Jakarta masih tinggi, ditambah tingkat pelaju warga dari daerah penyangga ke Ibu Kota Jakarta tetap tinggi.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan, pergerakan orang daerah Bodetabek ke Jakarta cukup tinggi.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus 2020: Tambah 1.679, Pasien Positif Tembus 113.134

Hal itu terungkap saat Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menggelar rapat Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kebijakan di bidang transportasi, pada 26 Juni 2020.

Saat itu hadir PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Ditlantas Polda, Transjakarta, Dishub, dan Organda.

Dalam rapat itu terungkap, kenaikan pengguna transportasi pribadi dan transportasi publik sejak pemberlakuan PSBB transisi fase satu pada jam sibuk, seperti pagi dan sore hari.

Tetap Digelar Meski Kasus Covid-19 Meninggi, Pilkada Bisa Diundur Lagi Jika Terjadi Kondisi Ini

“Saat FGD, disampaikan bahwa angka kepadatan lalu lintas pada jam sibuk di ruas tol wilayah Jakarta."

"Dan arus jalan dalam kota sudah mencapai kepadatan 96 persen, dari angka normal sebelum pandemi,” kata Teguh lewat keterangan tertulis, Senin (3/8/2020).

Sementara, PT KCI juga mencatat, jumlah pertumbuhan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line mencapai angka 4-7 persen setiap pekan.

SAH! Gerindra Usung Pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat di Pilgub Kalimantan Selatan

Bahkan, pada Juli 2020 tercatat angkanya tertinggi mencapai 420.000 penumpang/hari, atau mendekati angka psikologis 50 persen dari total penumpang harian sebelum pandemi berlangsung.

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved