Breaking News:

Berita Bekasi

Keterbatasan Akses Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAD Kota Bekasi Jadi Pemicu Marak Tawuran

Marak Tawuran Pelajar, KPAD Kota Bekasi Menduga Pemicunya Karena Pelajar, Khususnya dari Kalangan Bawah Tidak Bisa Mengakses Pembelajaran Jarak Jauh

Warta Kota
Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rusham 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi menyoroti aksi tawuran pelajar yang marak terjadi sepanjang masa pandemi corona atau Covid-19.

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi Rusham mengatakan bahwa sepanjang pandemi corona ini ada 10 kasus tawuran pelajar.

Kasus itu masih diproses hukum untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Bekasi.

"Masih berproses hukum belum ada ingkrahnya dari pengadilan. Termasuk yang kemarin itu yang ada di Pondok Gede itu," kata Rusham, pada Senin (3/8/2020).

KPAD akan terus melakukan pendampingan terhadap para pelajar yang sedang melakukan proses hukum.

Sebab, proses peradilan pelajar atau anak dibawah umur itu berbeda dengan mereka yang sudah dewasa.

"Kita tetap melakukan pendampingan. Jangan sampai pada saat proses itu, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP atau aturan yang berlaku," terang dia.

KPU Sebut Anggaran Pilkada 2020 Kota Tangsel RP 67 Miliar Telah Rampung Dicairkan

KPU Tangsel Ungkap Anggaran Pilkada Tangsel Rp 67 Miliar Telah Rampung, Telah Dicairkan Keseluruhan

Ia mengungkapkan kasus tawuran itu menjadi perhatian bersama.

Bukan hanya KPAD maupun Kepolisian.

Akan tetapi juga unsur lainnya seperti Pemerintah Daerah Kota Bekasi, khususnya Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas sosial, tokoh masyarakat maupun orangtua.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved