Breaking News:

Gara-Gara Covid-19, KPU Kota Depok Malah Hemat Aggaran Sampai Rp 9 Miliar

Gara-gara pandemi Covid-19, KPU Kota Depok malah bisa menghemat anggaran sampai Rp 9 miliar.

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Pancoran Mas, Depok, Senin (3/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Gara-gara pandemi Covid-19, KPU Kota Depok malah bisa menghemat anggaran sampai Rp 9 miliar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan sejumlah cara agar dana penyelenggaraan pemilu yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Depok dapat digunakan tanpa adanya penambahan biaya.

Sebab, di masa pandemi Covid-19 ini, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Depok bertambah yang semula hanya berjumlah 3.417, kini menjadi 4.015 TPS.

Jelang Pilkada Serentak, KPU Depok Datangi Rumah Raffi Ahmad, Ada Apa?

Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan, penambahan tersebut lantaran adanya perubahan peraturan komisi pemilihan umum (PKPU).

Di mana dalam ketentuannya menyebutkan bahwa jumlah pemilih dalam satu TPS tidak boleh 500 orang.

Padahal sebelum Covid-19 terjadi, dalam satu TPS tidak boleh lebih dari 800 pemilih.

Dengan adanya penambahan ini, Nana mengatakan pihaknya mengatur beragam cara agar dana yang digelontorkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebesar Rp 60,2 miliar dapat tercukupi.

"Dari anggaran yang sudah ditandatangani itu, kami lakukan optimalisasi agar dapat digunakan untuk pengadaan 4.015 TPS," papar Nana kepada Warta Kota di ruang kerjanya Kantor KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Pancoran Mas, Depok, Senin (3/8/2020).

Terbentur Aturan, KPU Depok Tak Dapat Beri Sanksi Parpol dan Bakal Calon Nakal

Optimalisasi pembiayaan dilakukan Nana dengan memangkas sejumlah kegiatan yang sifatnya sosialisasi, seperti gebyar jalan sehat yang memang akan memicu keumunan dan rawan penyebaran Covid-19.

Penempatan rapat di hotel juga turut dipangkas dengan tidak mengadakan kegiatan tersebut dan mengubahnya menjadi rapat online.

"Yang dihilangkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosialisasi, misal gebyar jalan sehat yang ngumpulin ribuan orang, kan hal itu tidak mungkin dilakukan di masa pandemi ini," paparnya.

VIDEO: Pilkada 2020, KPU Depok Akan Akomodasi Pemilih yang Sakit Covid 19 di Rumah Sakit

Selain itu, Nana juga melakukan pengehematan dengan cara mengurangi jumlah peserta dalam bimbingan teknis (bimtek) yang harusnya tujuh orang, menjadi dua orang.

"Dari optimalisaai ini kami dapat menghemat Rp 7 - 9 miliar, dana ini kita alihkan untuk pembiayaan TPS tambahan," akunya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved