Breaking News:

Keuangan

Dukung Transaksi Non Tunai, Bank Indonesia Bersama Kodam Jaya Meluncurkan QRIS

Di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, pembayaran non tunai bisa membantu menghindari potensi penularan.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Acara peluncuran QRIS oleh Bank Indonesia dan Kodam Jaya di Makodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (3/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Guna mempermudah sistem pembayaran non tunai di lingkungan Kodam Jaya, Bank Indonesia (BI) dan Kodam Jaya meluncurkan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Makodam Jaya, Jakarta Timur, Senin (3/8/2020).

Assisten Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran, Filianingsih Sidharta menjelaskan di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, pembayaran non tunai bisa membantu menghindari potensi penularan.

Gelandang Persija Jakarta Rohit Chand Nyaris Berkarier di Eropa

“Sebagai informasi untuk masyarakat, uang yang kembali dari peredaran di masyarakat, ketika kembali ke BI kami karantina selama 14 hari. Karena kita tidak tahu kalau uangnya terkontaminasi atau tidak. Dengan menggunakan transaksi non tunai, bisa menghindari potensi penularan,” kata Filianingsih.

Selain itu, peluncuran QRIS sebagai bentuk transformasi digital sistem pembayaran di indonesia dalam membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan secara digital system. “Dengan begitu, mengubah cara pembayaran yang semula menggunakan tunai menjadi non tunai, dengan berbasiskan financial technology (fintech) dengan tujuan untuk mendukung strategi keuangan inklusif dan efisiensi sistem pembayaran,” ujarnya.

Gage Diterapkan Kembali, Dishub DKI Sebut Ada Kenaikan Penumpang Angkutan Umum tapi Tak Signifikan

TC Timnas Kembali Ditunda, Dua Bus Timnas Hanya Diparkir

Filianingsih menambahkan QRIS diluncurkan oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia pada 17 Agustus 2019. Pemerintah mewajibkan penggunaannya secara nasional pada 1 Januari 2020.

“QRIS bersifat menyatukan dan memberikan efisiensi pembayaran QR. Dengan satu kode QRIS, kode nir sentuh tersebut dapat menerima uang elektronik dari aneka aplikasi melalui smartphone,” kata Filianingsih.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam sambutannya menyampaikan penggunaan aplikasi QRIS akan didorong di jajarannya guna mengurangi penyebaran Covid-19.

“Selain untuk mengedukasi para prajurit, PNS, pedagang dan masyarakat sekitar, QRIS juga bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, karena dengan bertransaksi menggunakan QRIS tidak akan ada kontak langsung maupun perpindahan uang secara fisik antara pedagang dan konsumen,” jelasnya.

Eks Pelatih Timnas Putri Satia Bagdja Ijatna Berpulang

Berkolaborasi dengan IFRC, PMI Jakarta Barat Distribusikan 56 Wastafel Portabel

Terkait protokol kesehatan Covid-19, QRIS menjadi alat pembayaran yang aman dan sehat, meminimalisasi sentuhan sebagaimana disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO yang mendorong alat pembayaran non tunai, agar berIsiko lebih rendah terhadap penularan Covid-19.

Dengan menggunakan QRIS, maka melalui sistem pembayaran non tunai akan memberikan jaminan tetap berjalannya roda ekonomi nasional di tengah pandemi.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasdam Jaya, Para Pejabat Kodam Jaya, Prajurit dan PNS Kodam Jaya/Jayakarta serta pejabat dari Bank Indonesia yakni Asisten Gubernur BI Bidang Kantor Perwakilan, Dwi Pranoto.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved