Breaking News:

Virus Corona

Disebut Sebarkan Berita Bohong Temukan Obat Corona, Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polda Metro

Muannas Alaidid mengatakan, konten tersebut membuat kabar penemuan obat virus corona atau Covid-19 yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Musisi Anji ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Holywings Academy yang memberikan pengetahuan, informasi, serta berbagi pengalaman selama menjadi musisi, Selasa (7/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Youtuber dan musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan professor Hadi Pranoto dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Keduanya dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Di mana mereka dianggap melakukan penyebaran berita bohong dalam videonya yang diunggah ke Youtube.

Dilansir dari Tribunnews, Muannas Alaidid mengatakan, konten tersebut membuat kabar penemuan obat virus corona atau Covid-19 yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

 Ini 3 Tempat Kemping Asyik di Bogor untuk Ajak Keluarga Berwisata

 Terdampak Pandemi, Pilot ini Banting Setir Jadi Kurir Makanan, Dulu Gaji Rp 2 Juta, kini Rp 250.000

"Konten ini di medsos memicu dan menimbulkan berbagai polemik, pendapat dari profesor yang dihadirkan dalam konten itu, itu ditentang oleh banyak akademisi, ilmuan, kemudian ikatan dokter, menkes, influencer bahkan masyarakat luas," kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Adapun salah satu isi konten yang dipersoalkan adalah pemeriksaan Covid-19 yang serupa dengan rapid test dan swab yang disebut hanya menghabiskan biaya Rp 10.000 saja.

Hal inilah yang diduga sebagai kebohongan yang diungkap dalam konten tersebut.

"Tentang swab dan rapid test, dikatakan disitu dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan dengan digital teknologi itu biayanya cukup Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Nah ini kan sangat merugikan pihak RS yang mana sebagaimana kita ketahui rapid dan swab itu bisa menyentuh ratusan bahkan jutaan," jelasnya.

"Jangan sampai ini dipercaya sama publik dan publik nanti beranggapan berarti selama ini masyarakat diperas, dibodohi bahwa ada pihak yang kemudian mengambil keuntungan. Nah ini kan berbahaya," sambungnya.

Dalam kasus ini, pihaknya menjerat keduanya dengan pasal berbeda.

 Ketika Anies Tarik Tuas Rem Darurat karena Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat

 Beda Keterangan dengan Ketua DPRD DKI, DPW PKS Tepis Kematian Dani Anwar Akibat Covid-19

Halaman
12
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved