Breaking News:

HUT ke-52, PPK Tabitha Berkomitmen Terus Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi yang Berduka

PPK Tabitha merupakan sebuah lembaga milik Gereja Kristen Indonesia yang bergerak di bidang kedukaan.

Dok. PPK Tabitha
Saat ini PPK Tabitha telah bekerja sama dengan 7 rumah duka. Salah satu yang dikelola sepenuhnya oleh PPK Tabitha adalah Rumah Duka Husada. Di rumah duka ini terdapat 18 ruangan yang bisa dipakai untuk semayam jenazah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Perkumpulan Penghiburan Kedukaan (PPK) Tabitha memasuki usia ke-52 tahun pada 23 Juli 2020 lalu.

Perayaan ulang tahun ke-52 ini mengambil tema “Melayani dengan Empati, Bekerja Sepenuh Hati” dilakukan secara sederhana dengan pemotongan kue ulang tahun dan berdoa bersama di kantor pusat dan dimasing-masing kantor cabang.

Lalu, apa resep perkumpulan ini tetap bertahan dalam usia yang cukup panjang ini?

Irwanto Hartono, Ketua Umum PPK Tabitha, mengatakan semua karena anugerah Tuhan.

"Kami lebih menekankan pada pelayanan, bukan mencari untung," kata Irwanto dalam wawancara eksklusif dengan Warta Kota, Selasa (28/7/2020).

Dia menjelaskan PPK Tabitha merupakan sebuah badan pelayanan milik Gereja Kristen Indonesia yang bergerak di bidang kedukaan.

Saat berdiri pada 23 Juli 1968, PPK  Tabitha mempunyai misi untuk membantu anggota jemaat GKI yang mengalami kedukaan.

"Saat mengalami kedukaan, biasanya orang panik. Tidak semua orang siap secara finansial untuk membiayai acara kedukaan," ujarnya.

Saat ini PPK Tabitha telah bekerja sama dengan 7 rumah duka. Salah satu yang dikelola sepenuhnya oleh PPK Tabitha adalah Rumah Duka Husada. Di rumah duka ini terdapat 18 ruangan yang bisa dipakai untuk semayam jenazah.
Saat ini PPK Tabitha telah bekerja sama dengan 7 rumah duka. Salah satu yang dikelola sepenuhnya oleh PPK Tabitha adalah Rumah Duka Husada. Di rumah duka ini terdapat 18 ruangan yang bisa dipakai untuk semayam jenazah. (Dok. PPK Tabitha)

Untuk mengatasi persoalan ini, GKI membentuk badan pelayanan Tabitha untuk mengumpulkan dana melalui iuran bulanan sehingga sewaktu meninggal tidak ada kesulitan mengurus peti jenazah dan mobil jenazah,

Dalam perjalanan sejarah, badan pelayanan gereja ini berubah bentuk menjadi yayasan, lalu berubah lagi menjadi perkumpulan pada 2003.

Halaman
1234
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved