Breaking News:

Virus Corona

Gerindra: Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta Cara Halus Orang Memaksa Berada di Rumah

Gerindra: Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta Cara Halus Orang Memaksa Berada di Rumah. Simak selengkapnya dalam berita ini.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penerapan ganjil genap pelat kendaraan bermotor saat wabah Covid-19 pada Senin (3/8/2020) dianggap memaksa orang untuk tetap berada di rumah.

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta bahkan mendukung kebijakan tersebut, karena itu cara halus memaksa orang agar tetap berada di rumah.

“Sebenernya ini dipaksa, dengan cara lunak (halus) untuk menggiring orang tetap di rumah,” ujar anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif pada Sabtu (1/8/2020).

Syarif mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu upaya DKI untuk menekan pergerakan orang di Ibu Kota.

Mayoritas Hewan Kurban di Jakarta Timur Dinyatakan Sehat

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di luar, cenderung akan menahan diri untuk tetap berada di rumah.

Sekalipun keluar rumah, mereka bakal dihadapkan pilihan untuk naik angkutan umum bersamaan dengan masyarakat lain. “Orang dipaksa untuk memilih dua pilihan, pertama naik kendaraan umum atau kedua di rumah saja,” katanya.

“Kalau dia dipaksa kendaraan umum, maka saya bisa katakan nggak nyaman naik kendaraan umum tuh karena sebelum Covid-19 saja nggak nyaman,” lanjutnya.

Dia menambahkan, jumlah kendaraan pribadi saat PSBB transisi juga cukup tinggi. Bila dianalogikan, kata dia, 20 kendaraan pribadi dengan asumsi satu orang per kendaraan, itu setara dengan sebuah bus Transjakarta.

PT LIB Akan Laporkan Hasil Verifikasi Stadion dan Hotel kepada Kontestan Liga 1 2020

“Jadi kalau diterapkan ganjil genap yah sudah tepat. Mungkin pandangan pak gubernur sekarang tingkat kemacetan sudah seperti keadaan normal, sehingga perlu ada pembatasan mobilitas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan ganjil genap pelat nomor kendaraan pribadi di 25 ruas jalan, mulai Senin (3/8/2020) mendatang. Bagi kendaraan bernomor ganjil di bagian akhir, hanya bisa melintas pada tanggal ganjil, begitu juga sebaliknya bagi kendaraan bernomor genap.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved