Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Yayasan Al-Azhar BSD Bagikan Daging Dengan Cara Pengajuan Proposal Per Kelompok

Ketua Panitia Kurban Yayasan Al-Azhar BSD, Rijal Muhammad (40) mengatakan pihaknya tak membuka pembagian daging kurban secara tatap muka kepada para p

Warta Kota/Rizki Amana
Masjid As Syarif, Al Azhar BSD, Serpong, Tangerang Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Di tengah kondisi pandemi covid-19 tak menyurutkan semangat instansi, kelompok, maupun perorangan untuk tetap melakukan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 2020 ini, semisal pada Yayasan Al-Azhar BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19 proses pemotongan hewan kurban terus berlangsung di gedung yang beralamat di Jalan Puspita Raya 2, Lengkong Gudang, Serpong, Tangsel. 

Ketua Panitia Kurban Yayasan Al-Azhar BSD, Rijal Muhammad (40) mengatakan pihaknya tak membuka pembagian daging kurban secara tatap muka kepada para penerima yang tergolong sebagai mustahik. 

Menurutnya pembagian dilakukan dengan menerapkan perwakilan dari para mustahik yang telah tercatat oleh panitia kurban.

Para perwakilan itu nantinya langsung menerima secara langsung beberapa ekor kambing yang sebelumnya telah diajukan pihak mustahik melalui proposal dan perwakilannya.

"Jadi kita ini sudah ada pengajuan sekitar 120 gelondongan (per ekor kambing-red). Jadi kita  enggak nyincang kambing di sini. Langsung kita kasih ke RT, majelis, organisasi, nusholla yang dikelola teman-teman sekitar sini kita kasih satu gelondongan," kata Rijal saat ditemuindi lokasi pemotongan Gedung Yayasan Al-Azhar BSD, Serpong, Tangsel, Jumat (31/7/2020).

Selain cara tersebut agar terlaksananya kurban di tengah pandemi covid-19 ini pihaknya juga memberlakukan sistem pengaturan jadwal secara berganti pada panitia kurabn yang bertugas.

Kata Rijal, langkah itu dilakukan demi mengantisipasi adanya kerumunan panitia pada saat berlangsungnya pemotongan hewan kurban. 

"Kita melakasankan ini dari sisi protokol kesehatannya kita memerintahkan ke panitia untuk memakai masker, kemudian ada hand sanitizer sebelumnya kita semprot juga lapangan kerjanya. Terus beberapa orang menggunakan facial dan ada juga yang enggak sanggupin karena panans katanya," jelas Rijal.

"Terus shift panitia, misalnya pada pengandangan ada delapan orang, empat orang dulu yang masuk entar shift-shiftan jangan sampai ngumpul jadi satu supaya kita menghindari kerumunan itu," tandasnya. (m23).

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved