Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Mahfud MD Tidak Kaget Djoko Tjandra Akhirnya Ditangkap Polri di Malaysia

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku tidak kaget buronan Djoko Tjandra akhirnya ditangkap oleh Kepolisian RI

ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI/kompas.com
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan sambutan disela penyerahan kompensasi secara simbolis kepada keluarga korban tindak pidana terorisme di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi kepada empat korban tindak pidana terorisme yang terjadi di Tol Kanci-Pejagan, korban di Cirebon dan satu orang korban penyerangan terorisme di Pasar Blimbing, Lamongan yang terjadi tahun 2018. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penangkapan terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya terhenti.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku tidak kaget buronan Djoko Tjandra akhirnya ditangkap oleh Kepolisian RI di Malaysia.

"Saya tidak kaget karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau
mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk buat rencana operasi
penangkapan," kata Mahfud dalam press update yang diberikan oleh Humas Kemenko
Polhukam, di Jakarta, Jumat dini hari.

Pernyataan Menko Polhukam, Moh Mahfud MD dikutip berbeda, sehingga memicu kehebohan.
Menko Polhukam, Moh Mahfud MD (Istimewa)

Tetapi sebelum rapat berlangsung, lanjut dia, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit
Prabowo datang ke kantornya menyatakan kepolisian sudah menyiapkan sebuah operasi
penangkapan.

Pada waktu itu, kata Mahfud, Indonesia Police Watch (IPW) dan banyak pihak mengusulkan
agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Pemerintah Malaysia untuk menyerahkan
Djoko Tjandra.

Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Djoko Tjandra.
Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Djoko Tjandra. (TRIBUN LAMPUNG)

"Tetapi waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tidak usah G to G. Namun, cukup police to
police. Kabareskrim pun berangkat pada malam itu," ucap Mahfud.

Skenario itu, ujar Mahfud lagi, hanya diketahui dua orang lain selain dirinya, yaitu Kapolri
Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Jokowi.

Proses selanjutnya, Mahfud menyerahkannya ke Mahkamah Agung, sehingga dirinya, termasuk
Presiden Jokowi, polisi, serta jaksa tidak bisa ikut campur dalam proses penyelidikan dan
penyidikan.

"Ini sudah ranah MA. Polisi, jaksa tak bisa ikut campur. Pengawasan masyarakat, pelototan
masyarakat sekarang sangat efektif untuk awasi dunia peradilan," kata Mahfud.

Kendati demikian, Mahfud bersyukur Djoko Tjandra berhasil ditangkap.

Djoko Tjandra kini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri. Keberhasilan
penangkapannya berkat kerja sama police to police bersama Polis Diraja Malaysia.

Sumber: Antara

Editor: Umar Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved