Pilkada Depok

Koalisi Tertata Usulkan Ketua Kadin DKI Dampingi Idris, PKS Ngotot Kadernya yang Jadi Calon Wakil

bahwa Tertata ini siapapun wakilnya nanti yang diputuskan melalui proses pembahasan secara bersama, kita tidak memermasalahkan

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota
Juru bicara koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) Qonita Luthfiyah seusai berbincang dengan Depok Media Center di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Rabu (29/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Sejak mendeklarasikan diri berkoalisi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Depok 2020 pada Jumat (24/7), hingga kini koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) yang terdiri dari PPP, PAN, Demokrat, dan PKS belum juga memunculkan nama bakal calon (balon) wakil wali kotanya untuk mendampingi Mohammad Idris.

Juru bicara TAS, Qonita Luthfiyah mengatakan saat ini pihaknya masih terus menggodok siapa yang akan dipilih untuk diduetkan dengan Idris yang lebih dulu telah diusung TAS menjadi balon wali kota Depok 2020.

“Insya Allah dalam waktu dekat. Saya sih penginnya ini cepat selesai,” papar Qonita seusai Bincang Siang bersama Depok Media Center (DMC) di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Rabu (29/7).

Pasca deklrasi pekan lalu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Depok ini mengatakan sejauh ini TAS telah beberapa kali melakukan diskusi perihal pengusungan nama balon wawalkot Depok.

“Alhamdulilah sudah, ya kita punya group WA (WhatsApp), jadi, by WA juga bisa bahas, pertemuan fisik juga sudah kita lakukan,” paparnya.

Satu nama diakui Qonita telah keluar dari hasil diskusi para pengurus koalisi TAS, yakni Diana Dewi, seorang pengusaha yang kini menjabat Ketua Kadin DKI Jakarta.

Qonita mengaku bila TAS berani mengusulkan Diana Dewi lantaran yang bersangkutan bersedia untuk diusulkan sebagai balon wawalkot Depok di Pilkada yang sedianya digelar pada 9 Desember 2020.

“Kebetulan beliau juga seorang pengusaha dan juga punya minat untuk membangun Kota Depok, akhirnya kita bersama-sama mendiskusikan itu,” kata wanita yang juga anggota DPRD Kota Depok ini.

Tak masalah

Jika pun nantinya PKS ngotot untuk mengusung kadernya sebagai balon wawalkot, Qonita mengatakan hal itu bukanlah masalah.

Sebab, terbentuknya TAS dari hasil pembicaraan dan kesepakatan bersama para pengurus parpol.

“Jadi ketika ini dibangun secara bersama-sama, siapapun nanti yang menjalankan amanah ini tentu sudah tahu konsepnya seperti apa,” paparnya.

Seperti diketahui, sebelum akhirnya memutuskan mengusung Idris kembali maju di Pilkada, PKS memberikan dua syarat.

Yakni siap diduetkan dengan kader dari PKS dan juga mampu membangun koalisi dengan sejumlah parpol.

Untuk itu, bisa jadi kemungkinan besar yang mendampingi Idris di pertarungan pesta demokrasi nanti adalah kader PKS.

Sebelumnya, PKS telah melakukan pemilihan raya (Pemira) internal PKS yang akhirnya didapati tiga besar yakni Hafidz Nasir, Farida Rachmayanti, dan Imam Budi Hartono.

Imam pun santer dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk dimajukan sebahai balon wawalkot dari PKS.

Mengenai kemungkinan tersebut, lagi-lagi Qonita mengatakan hal itu tidaklah menjadi masalah bagi koalisi Tertata yang sudah terbentuk pada Februari 2020 sebelum akhirnya PKS bergabung pada pekan lalu.

“Iya, tidak jadi masalah. Tadi sudah saya sampaikan bahwa Tertata ini siapapun wakilnya nanti yang diputuskan melalui proses pembahasan secara bersama, kita tidak mempermasalahkan,” akunya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved