Virus Corona

Aktivitas Pasar Pelita di Sungai Bambu Bakal Dibuka Kembali Hari Minggu Ini

Dalam tiga hari tersebut dipastikan tidak seorang pun dapat memasuki area pasar kecuali petugas berwenang.

Warta Kota/Desy Selviany
Pasar Pelita, di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara ditutup sementara karena tiga pedagang terpapar Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktivitas Pasar Pelita di Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai dibuka kembali pada Minggu (2/8/2020). Pasalnya setelah ada temuan tiga pedagang yang positif Covid-19, Pasar Pelita ditutup sementara selama tiga hari, yakni Kamis (30/7/2020) hingga Sabtu (1/8/2020).

Lurah Sungai Bambu, Sumarno, mengatakan, tiga pedagang di pasar itu diketahui terpapar Covid-19 setelah sebelumnya petugas Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok menggelar swab test massal pekan lalu. Hasil pemeriksaan keluar pada Rabu (29/7) dan menunjukkan tiga pedagang terkonfirmasi terpapar Covid-19.

“Jadi pasar harus tutup sementara selama tiga hari,” kata Sumarno dalam keterangan tertulis Kamis (30/7/2020). Selama tiga hari pasar akan disterilisasi dengan disemprot cairan disinfektan. Dalam tiga hari tersebut dipastikan tidak seorang pun dapat memasuki area pasar kecuali petugas berwenang.

Bogasari Salurkan Puluhan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Pabrik

Pebalap McLaren Lando Norris akan Pakai Helm Karya Anak Kecil

Sementara itu, terhadap ketiga pedagang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. Ketiganya tidak diperbolehkan berdagang karena dinyatakan positif Covid-19. “Mereka sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Kami akan pantau terus perkembangan kesehatannya,” terangnya.

Secara tegas, Sumarno meminta kepada pengelola Pasar Pelita agar serius menerapkan langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Terutama menyiapkan fasilitas protokol kesehatan berupa 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak).

“Sebenarnya protokol kesehatan sudah diterapkan di sana. Tapi untuk lebih efektif lagi, saya harap pasar lebih ketat lagi dalam pencegahan. Terutama saat mengecek suhu baik pedagang maupun pengunjung.

Aman

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, klaster pasar tradisional beberapa minggu mengalami penurunan jumlah kasus dan menyebut klaster pasar tradisional mulai aman. Hal ini dikarenakan Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI Jakarta terus meningkat pengetesan Covid-19.

Sean Gelael Incar Tambahan Poin di Sirkuit Silverstone

Idul Adha, Pertamina Pastikan Kesiapan Stok di SPBU

“Alhamdulillah. Di pasar misalnya, beberapa minggu yang lalu sempat menjadi pusat penularan atau klaster. Tapi sesudah kita melakukan testing masif, lalu mendisiplinkan protokol kesehatan, maka sekarang tempat itu menjadi relatif lebih aman,” kata Anies Baswedan, Jumat (31/7/2020).

Anies berharap, dengan upaya agresif melakukan pengetesan Covid-19 ini dapat meminimalisasi penularan Covid-19 di sejumlah pasar tradisional. Sebab jika ditemukan kasus baru, langsung dilakukan tracing. “Nah ini yang akan kita lakukan terus dan kita berharap ke depan makin cepat kita mengendalikan penularannya,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved