Breaking News:

Ganjil Genap Jakarta

Sistem Ganjil Genap Kembali Diberlakukan Pekan Depan Guna Menekan Tingkat Penyebaran Virus Corona

Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan sistem ganjil genap pelat kendaraan bermotor di ruas jalan setempat.

@TMCPoldaMetro
Ilustrasi rambu aturan jam berlaku ganjil genap di kawasan tertentu 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan sistem ganjil genap pelat kendaraan bermotor di ruas jalan setempat.

Bagi kendaraan bernomor ganjil di bagian akhir hanya bisa melintas pada tanggal ganjil, begitu juga sebaliknya bagi kendaraan bernomor genap.

“Mulai pekan depan, kami akan menyiapkan penerapan kembali kebijakan ganjil-genap di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (30/7/2020).

Kasus Covid-19 Global Tembus 17 Juta, dengan Kematian Mencapai Lebih dari 670.000

Harta Kekayaan Menkes Terawan Naik dari Tahun ke Tahun, Terakhir Rp 90,6 Miliar Tanpa Hutang

Anies mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya terkait rencana kebijakan ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2020). Hari ini ia menyampaikan akan menerapkan sistem ganjil genap pada lalu lintas jakarta untuk menekan penyebaran corona.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2020). Hari ini ia menyampaikan akan menerapkan sistem ganjil genap pada lalu lintas jakarta untuk menekan penyebaran corona. (YouTube Kemenkeu RI)

Pihaknya berjanji akan mengumumkan rute mana saja yang akan terkena kebijakan ganjil genap pelat kendaraan bermotor.

“Saya perlu sampaikan kepada semua bahwa protokol kesehatan supaya diikuti dengan baik, dengan tertib. Dan pastikan bahwa keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan menjadi prioritas bagi kita semua,” ungkapnya.

Main Film Ranah 3 Warna Amanda Rawles Berperan Sebagai Seorang Jurnalis Muda

Kebijakan ganjil genap ini sebelumnya sempat mencuat pada awal Juni 2020 lalu, bahkan sempat menimbulkan polemik.

Soalnya kebijakan ini memicu kepadatan penumpang di tengah wabah Covid-19, karena masyarakat banyak yang beralih naik angkutan umum menuju tempat kerjanya.

Kepadatan penumpang itulah yang dikhawatirkan berpotensi tinggi terhadap penularan Covid-19. Warga justru mengabaikan ketentuan protokol Covid-19, salah satunya menjaga jarak minimal satu meter.

Namun belakangan, Anies menjelaskan kebijakan itu akan dikeluarkan bersamaan dengan emergency brake policy (kebijakan rem darurat). Kebijakan darurat ini diambil bila kasus Covid-19 semakin tinggi di Jakarta saat masa PSBB transisi berlangsung.

Setelah Idul Adha, PT LIB Bicarakan Soal Stadion 4 Tim Liga 1

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved