Breaking News:

Berita Jakarta

Satu Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok dari Bali Dibekuk, Pelaku Lainnya Dikejar ke Medan

Satu pelaku pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina (Perseru) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah dibekuk

Warta Kota/Budi Sam Lau Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat memberi keterangan pers tentang penangkapan satu pelaku pencemaran nama baik Ahok, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020). 

WARTAKOTAKEBAYORAN BARU - Satu pelaku  pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina (Perseru) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah dibekuk, Kamis (30/7/2020).

Penangkapan pelaku pencemaran nama baik Ahok itu dikemukakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020).

"Kami sudah amankan seseorang dari Bali dalam kasus pencemaran nama baik Ahok ini. Ini masih kita periksa, apalah tersangka atau tidak, tunggu pemeriksaan," kata Yusri Yunus.

Ketua Veronica Lovers Berstatus Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok hanya Dikenakan Wajib Lapor

VIDEO: Dua Tersangka Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok, Penggemar Berat Veronica Tan

Seperti diketahui Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan dugaan pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya, pada 17 Mei 2020.

Pelaporan dilakukan kuasa hukumnya Ahmad Ramzy dan teregister dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ tanggal 17 Mei 2020.

Dalam laporan, pencemaran nama baik dilakukan pelaku melalui media sosial.

Selain mengamankan satu terduga pelaku,  kata Yusri, pihaknya juga memburu satu pelaku lainnya ke Medan, Sumatera Utara.

Pelaku sudah Berusia Tua, Ahok Pertimbangkan untuk Maafkan Tersangka Pelaku Pencemaran Nama Baiknya

Perempuan Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Menyesal dan Mohon Tak Dipenjara, Ini Alasannya

"Karena para pelaku ini satu komunitas sebenarnya. Jadi kami dalami dulu, seseorang yang sudah diamankan, sementara kami juga kejar satu terduga lainnya ke Sumut," kata Yusri.

Menurut Yusri, para pelaku dilaporkan atas dugaan pidana sesuai Pasal 27 UU ITE.

"Yang ancaman hukumannya ringan, sehingga jika nanti ditetapkan tersangka tidak akan ada penahanan," kata Yusri.

Dia  menjelaskan, pencemaran nama baik diduga dilakukan pelaku lewat akun medsosnya.

"Yang dicemarkan lewat berita-berita dalam akunnya dimana meyinggung orang tua dan istri Ahok sendiri," kata Yusri Yunus.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved