Breaking News:

Berita Jakarta

Polda Metro Periksa 23 Saksi untuk Tetapkan Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking Jadi Tersangka

Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang memberi pertolongan meloloskan diri.

Istimewa via Tribunnews
Anita Kolopaking pengacara Djoko Tjandra 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Bareskrim Polri menetapkan pengacara buronan kasus korupsi Bank Bali, Djoko Tjandra, yakni Anita Kolopaking sebagai tersangka dalam kasus pembuatan surat jalan palsu Korps Bhayangkara serta membantu Djoko Tjandra kabur.

Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang memberi pertolongan meloloskan diri kepada orang yang ditahan atas perintah penguasa umum, atau putusan atau ketetapan hakim.

"Kesimpulannya menaikkan status saudari Anita Dewi A Kolopaking menjadi tersangka,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Kamis (30/7/2020).

BERITA FOTO: Kerajinan Ocibana Tak Kenal Pandemi Covid-19

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, Palyja dan Karyawan Salurkan 11 Hewan Kurban

Menurut Argo pihaknya telah memeriksa sekitar 23 saksi dan menyita sejumlah barang bukti terkait surat jalan Djoko Tjandra.

"Jadi kita penyidik sudah memeriksa sekitar 23 saksi. Sebanyak 20 saksi di Jakarta dan kemudian 3 saksi di Pontianak," tambah Argo.

Menurutnya, barang bukti yang disita yakni surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 dan kesehatan atas nama Djoko Tjandra.

Kemudian surat dari Kejaksaan Agung kepada Bareskrim terkait status hukum Djoko Tjandra.

Argo menyatakan bahwa penyidik melakukan gelar perkara pada 27 Juli lalu.

Dalam gelar perkara itu, penyidik menghadirkan Irwasum, Biro Wasidik Bareskrim, Divisi Propam, dan Divisi Hukum Polri.

"Hasil gelar perkara tersebut kesimpulannya adalah menaikkan status saudara Anita Dewi Kolopaking jadi tersangka," katanya.

Prediksi Arsenal vs Chelsea 1 Agustus 2020, Siapa Menjadi Juara?

Partai Gerindra Akui Dapat Dukungan Tiga Partai untuk Menangkan Pilkada Depok

Dalam kasus ini, Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 223 KUHP.

Sebelumnya, Anita telah dipanggil untuk diperiksa penyidik Bareskrim sebanyak tiga kali, yaitu Selasa (21/7/2020), Rabu (22/7/2020), dan Kamis (23/7/2020) kemarin.

Anita juga telah dicegah ke luar negeri sejak 22 Juli 2020 dan 20 hari berikutnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus pembuatan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

Prasetijo dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved