Breaking News:

Sport

Perhatian Pemerintah Minim, Maria Lawatata Tetap Bangga Tentukan Indonesia Juara Umum Sea Games 1991

Indonesia yang diwakili oleh Maria Lawalata dan Suryanti menjadi dua perwakilan Indonesia untuk bisa meraih medali emas di pertandingan terakhir.

warta kota
Mantan Pelari Nasional, Maria Lawalata, menunjukan sejumlah piala di Kediamannya kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sea Games tahun 1991 yang digelar di Filipina bisa jadi menjadi gelaran olahraga dua tahunan yang paling mencengangkan.

Bagaimana tidak, saat gelaran itu Indonesia harus bersaing ketat dengan Filipina yang ada di peringkat kedua.

Saat itu gelar juara umum yang diraih Indonesia harus ditentukan pada pertandingan terakhir di nomor lari Marathon.

Indonesia yang diwakili oleh Maria Lawalata dan Suryanti menjadi dua perwakilan Indonesia untuk bisa meraih medali emas di pertandingan terakhir.

Jadi Legenda Persita, Ilham Jaya Kusuma Belum Merasakan Trofi

Cinta pada Seni Peran Hendy Salimy Tertarik Bermain Film Marko

Kepada wartakotalive.com, Maria Lawalata mengungkapkan perjuangannya bisa meraih medali emas tersebut.

Walaupun saat itu dirinya menjadi penentu dan berhasil menjadi juara. Hadiah yang diterimanya tidak seberapa. Maklum perhatian pemerintah belum seperti saat ini.

Untuk itu saat dirinya menjadi juara hanya plakat dan uang tunai sebesar tiga juta rupiah saja menjadi kesenangan pribadi untuk dirinya.

"Saat saya menjadi juara, penghargaan plakat aja sudah bangga. Saat itu kalau tidak salah hadiahnya sekitar 3 juta. Belum seperti saat ini seperti ratusan miliyaran bisa didapat," ungkap Maria ditemui di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat Rabu (29/7/2020).

Perempuan Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Menyesal dan Mohon Tak Dipenjara, Ini Alasannya

Dua Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok dari Komunitas Veronica Lovers

Baginya saat itu moment mengesankan baginya adalah bisa bertemu presiden Soeharto di tempat kerjanya, Istana Negara.

Bagi Maria dirinya yang saat itu masih kecil merasa dihormati bisa bertemu dengan Soeharto di istana dan fotonya diabadikan dalam potret oleh para wartawan.

"Setelah menang saat itu akhirnya saya dipanggil oleh Presiden, tidak hanya menang saja sebetulnya kalau kita ikut Sea Games kita selalu menghadap Soeharto saya merasa bangga saat itu bisa foto dengan bapak walaupun masih kecil.

"Itu jadi kebangaaan buat saya karena saya bisa dapat foto walaupun untung-untungan sebenarnya dapatnya," ujar Maria Lawalata.

Dirinya senang prestasinya di masa lampau dapat menorehkan tinta sejarah. Untuk itu penghargaan didapatkan oleh pemerintah saat ini.

Akun Instagram Diretas, Striker Persib Beni Oktovianto Minta Masyarakat Berhati-hati

VIDEO: Melihat Persiapan Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi Jelang Salat Idul Adha Besok

Melalui kementerian Pemuda dan olahraga dirinya mendapat pengajaran plakat sebagai satu diantara mantan atlet yang berprestasi mengharumkan nama bangsa di tahun 2017.

Tidak hanya itu di tahun 2018, Maria juga mendapat penghargaan dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Perwosi, Nyonya Tito Karnavian. (M22)

Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved