Ganjil Genap Jakarta

Mulai Senin 3 Agustus 2020, 25 Ruas Jalan di Jakarta Terapkan Ganjil Genap, Ini Daftar Jalannya

Syafrin memastikan aturan ganjil genap pelat kendaraan tidak berlaku bagi pengendara sepeda motor.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Penindakan pelanggar aturan ganjil genap di Jalan DI Panjaitan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan ada 25 ruas jalan yang akan diberlakukan sistem ganjil genap kendaraan di tengah wabah Covid-19 pada Senin (3/8/2020) mendatang.

Sistem ganjil genap di 25 ruas jalan ini sebetulnya pernah diaktifkan, namun pada pertengahan Maret 2020 ditiadakan agar masyarakat beralih naik angkutan pribadi demi menekan penularan Covid-19.

“Ganjil genap pada 25 ruas jalan, Sesuai Pergub Nomor 88 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap,” kata Syafrin pada Kamis (30/7/2020).

Kabareskrim Komjen Pol Listyo Prabowo Bertaruh untuk Tangkap Djoko Tjandra dan Ternyata Berhasil

Tinggalkan Surat Wasiat dan Baru Bercerai, Seorang Perempuan WNA Meninggal Dunia di Ancol Mansion

Dalam kesempatan itu, Syafrin memastikan aturan ganjil genap pelat kendaraan tidak berlaku bagi pengendara sepeda motor. Tapi hanya berlaku bagi pengendara mobil pribadi saja.

“Diperlukan penerapan kembali kebijakan pembatasan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi ruang jalan,” ujar Syafrin.

Kata dia, peningkatan volume lalu lintas di kawasan ganjil genap dipicu karena masih ada kekhawatiran masyarakat untuk memakai angkutan umum akibat potensi penularan Covid-19. Berdasarkan catatannya, terjadi kenaikan volume lalin pada PSBB transisi dibanding kondisi normal pada Februari 2020 lalu.

Bahkan ada beberapa titik pengamatan yang volumenya sudah melampaui Kondisi normal yaitu sebesar 1,47 persen. Menurutnya, pembatasan kapasitas angkutan umum tetap harus dilakukan untuk menjaga penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Hati-hati, Kini di Indonesia ada Temuan Narkoba Dicampur Permen Jeli, ini Kata BNN

Kabareskrim Polri Pimpin Penjemputan Djoko Tjandra di Malaysia, Tiba Malam ini

Salah satunya penerapan menjaga jarak untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19. “Pembatasan angkutan umum harus dilakukan untuk menjaga penerapan protokol kesehatan, khususnya physical distancing. Dari data yang ada , terdapat kenaikan jumlah penumpang angkutan umum pada masa PSBB Transisi dibandingkan dengan PSBB dengan peningkatan 19,86 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, kebijakan ini akan dimulai pada jam sibuk yaitu pada pagi dan sore hari. Pada pagi dimulai dari pukul 06.00-10.00 dan sore pukul 16.00-21.00.

Kebijakan ini tidak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. “Diberlakukan pada kendaraan roda empat, kecuali 13 jenis kendaraan yang dikecualikan termasuk sepeda motor,” imbuhnya. (faf)

Rincian 25 ruas jalan yang diberlakukan aturan ganjil-genap:

1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto.
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

- 13 Jenis kendaraan yang bebas dari kebijakan ganjil genap
1. Kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas
2. Kendaraan ambulans
3. Kendaraan pemadam kebakaran
4. Kendaraan angkutan umum dengan tanda nomor kendaraan bermotor berwarna dasar kuning
5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
6. Sepeda motor
7. Kendaraan angkutan barang khusus pengangkut BBM dan BBG
8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara seperti Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR/DPR RI, Ketua MA, MK, YK dan Badan Pemeriksa Keuangan
9. Kendaraan Dinas operasional dengan tanda nomor kendaraan bermotor warna dasar merah, TNI dan Polri
10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
12. Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antar bank, pengisian ATM dengan pengawasan dari petugas Polri
13. Kendaraan untuk kepentingan tertentu dengan pengawalan dan atau sesuai asas diskresi Polri

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved