Breaking News:

liga 1

Meski Tidak Kenal, Taufik Disamakan Hariono dan Gattusso

Gelandang bertahan Persita Tangerang, Taufik Febriyanto, sering dipanggil dengan sebutan the next Hariono serta Gattuso.

Warta Kota
Gelandang Persita Tangerang, Taufik Febriyanto (kedua dari kanan), saat berhadapan dengan Timnas Indonesia beberapa waktu lalu. 

Gelandang bertahan Persita Tangerang, Taufik Febriyanto, sering dipanggil dengan sebutan the next Hariono serta Gattuso.

Gaya bermainnya yang militan dan kadang keras di lini tengah serta berambut gondrong, membuatnya semakin mirip dengan Hariono maupun Gattuso.

Menanggapi julukan tersebut, pemain bernomor punggung 88 itu mengaku bahwa dirinya tidak masalah dengan nama panggilan tersebut. Justru ia mendoakan dirinya agar bisa melewati kesuksesan karier Hariono dan Gattuso.

"Tidak apa-apa kalau dipanggil seperti itu. Tetapi jujur, saya tidak mengenal secara pribadi Hariono, meski saya tahu gaya permainannya," kata Taufik kepada Warta Kota, Rabu (29/7/2020).

"Saya tentu punya gaya bermain sendiri yang berbeda dengan Hariono," ujarnya.

Sedangkan untuk anggapan mirip Gattuso, Taufik hanya tertawa kecil dan mengatakan bahwa perjalanan kariernya masih panjang.

Namun, dirinya punya mimpi untuk berprestasi lebih banyak di sepak bola. "Saya aminkan saja," uca Taufik.

Main Tak Serius

Taufik menuturkan bahwa dirinya selalu berusaha untuk bermain dengan serius dan fokus. Dia tidak ingin mengecewakan tim pelatih yang menunjuknya masuk ke dalam skuad inti Pendekar Cisadane.

Menurut Taufik, semua lawan akan sulit untuk dijaga jika dirinya kehilangan konsentrasi. Sebaliknya, jika tampil maksimal, ia mampu mengimbangi lawan meskipun levelnya di atas.

"Pasti sulit semua untuk dijaga jika tidak serius. Makanya setiap bermain, saya harus konsentrasi, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi saya. Siapa pun lawannya harus tetap fokus," terang Taufik.

Menurut pemain terbaik Liga 2 Indonesia tahun 2019 itu, jenis lawan yang cukup menyulitkan adalah pemain yang kaya akan pengalaman.

Untuk mengganggu pemain yang lebih berpengalaman, dirinya pun harus bermain militan.

Taufik pun mencontohkan lawan yang merepotkannya di lini tengah kala berhadapan dengan Persita di final Liga 2 Indonesia musim 2019.

"Amarzukih dan Egy Melgiansyah, mereka sangat merepotkan. Pengalaman mereka di Liga 1, memang jadi pembeda. Saya pun harus nekat saat bermain," tutupnya.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved