Breaking News:

Prostitusi Online

Hari Ini Gelar Perkara dan Penetapan Status Vernita Syabilla dalam Kasus Prostitusi Online

Polisi belum tetapkan tersangka dari dugaan kasus prostitusi online, meski sudah melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam sejak penangkapan.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Artis Vernita Syabila mendapat pengawalan ketat saat diperiksa di Polresta Bandar Lampung, Rabu (29/7/2020). Hari ini akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan status Vernita. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANDARLAMPUNG -- Polisi belum tetapkan tersangka dari dugaan kasus prostitusi online, meski sudah melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam sejak penangkapan.

Diketahui, artis Vernita Syabila bersama 2 orang diduga mucikari, berinisial MAZ dan MM, diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung di salah satu kamar hotel berbintang di kawasan Bandar Lampung, Selasa (28/7/2020) malam.

Status ketiga perempuan ini akan dibeberkan dalam gelar perkara yang rencananya bakal di gelar Kamis (30/7/2020) di Mapolresta Bandar Lampung.

Pedangdut Vernita Syabilla
Pedangdut Vernita Syabilla (Instagram Vernita Syabilla)

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Bahkan, lanjut Yan Budi, rencananya Rabu (29/7/2020) malam, kuasa hukum artis Vernita Syabila akan mendampingi kliennya.

"Besok (Kamis penetapan status) setelah gelar perkara," ungkap Yan Budi, Rabu (29/7/2020) malam.

Berkaca dari kasus prostitusi melibatkan kalangan selebritis, kebanyakan artis yang bersangkutan bebas dari jerat hukum dan hanya menyandang status sebagai saksi.

Profil Sastrawan dan Budayawan Ajip Rosidi, Suami Nani Wijaya Ini Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun

Ditanya Soal Dinasti Politik di Pilkada, Zulkifli Hasan: di Mana Salahnya?

Kendati demikian, artis Vernita Syabila bisa saja terjerat pidana jika memenuhi unsur penyidikan.

"Itu yang sedang kami dalami," katanya.

Kedua mucikari, MAZ dan MM serta artis Vernita Syabila, dipersangkakan tindakan melanggar undang-undang perdagangan orang tahun pasal 2 ayat 1 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved