Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Fraksi Partai Golkar Sarankan Anies Kembalikan PSBB seperti Awal Karena Covid-19 Terus Naik

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco mengatakan, kasus harian Covid-19 di Jakarta cenderung tinggi seiring dengan kebijakan PSBB transisi fase 1.

YouTube Kemenkeu RI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2020). Anies diminta memberlakukan lagi kebijakan PSBB, Kamis (30/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengembalikan Jakarta kepada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal atau 10 April 2020 lalu.

Hari ini adalah hari terakhir PSBB transisi fase pertama yang diperpanjang dua kali sejak Jumat (17/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020).

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengatakan, kasus harian Covid-19 di Jakarta cenderung tinggi seiring dengan kebijakan PSBB transisi fase pertama yang dimulai pada 4 Juni 2020 lalu.

Video: Komnas HAM Memberlakukan WFH bagi Seluruh Karyawannya Menyusul Temuan Satu Kasus Covid-19

Di masa PSBB transisi, pemerintah daerah melonggarkan aktivitas masyarakat, namun mereka diwajibkan menaati protokol pencegahan Covid-19 seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Sekarang kasusnya memang meningkat dan banyak instansi yang tadinya nggak kena, lalu menjadi kena (Covid-19). Klaster sekarang kan sudah menjadi klaster perkantoran swasta maupun pemerintah,” kata Baco saat dihubungi wartawan pada Kamis (30/7/2020).

 BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditemukan Meninggal, Halte Transjakarta Slipi Langsung Ditutup

 Anies Baswedan Ikut Tandu Keranda Jenazah Petugas PPSU Korban Tabrak Lari di Kelapa Gading

Melihat fenomena itu, kata dia, pemerintah daerah harus segera mengeluarkan kebijakan yang tepat.

Kata dia, pemerintah bisa saja kembali meneruskan PSBB transisi hingga ketiga kalinya selama dua pekan lagi.

“Bahkan mungkin balik ke PSBB awal, atau bahasa Gubernur itu emergency break policy (kebijakan rem darurat),” ungkap Baco.

Menurut Baco, bukan hal yang mustahil bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengambil kebijakan rem darurat itu karena kasus Covid-19 terus tinggi.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved