Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Buronan Djoko Tjandra Tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kenakan Baju Tahanan Orange

Ia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma melalui pintu VVIP pada pukul 22.40 WIB. Djoko yang mengenakan baju tahanan bewarna oranye.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Djoko Tjandra saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, MAKASAR - Buronan terpidana kasus hak tagih Bank Bali pada 1999, Djoko Tjandra akhirnya dicokok polisi setelah melarikan diri selama 11 tahun.

Ia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma melalui pintu VVIP pada pukul 22.40 WIB. Djoko yang mengenakan baju tahanan bewarna oranye langsung digiring ke mobil menuju Bareskrim Polri.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan atas perintah Kapolri Jenderal Idham Azis, polisi membentuk tim khusus untuk mendeteksi keberadaan Djoko Tjandra.

"Atas perintah Bapak Kapolri kami membentuk tim khsusus untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra. Kemudian kami menemukan yang bersangkutan ada di Malaysia," ungkap Listyo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

Sambut Idul Adha, ini Manfaat dan Sisi Negatif Daging Kambing untuk Kesehatan

Vernita Syabilla Akui Ada Transfer Uang, Namun Bantah Sebagai Pemilik Kondom: Itu Bukan Punya Saya

Setelah mengetahui keberadaan orang yang merugikan negara sebesar Rp 940 miliar tersebut, kapolri langsung mengirim surat resmi kepada Kepolisian Diraja Malaysia guna berkoordinasi police-to-police untuk menjemput Djoko Tjandra.

"Kapolri kemudian mengirim surat kepada Kepolisian Diraja Malaysia. Tadi sore kami berangkat untuk melakukan pengambilan, berkat kerjasama dengan Kepolisian Diraja Malaysia dan sekarang kita amankan," ujarnya.

Djoko Tjandra merupakan buronan terpidana kasus hak tagih Bank Bali pada 1999. Namanya kembali mencuat setelah ia mengajukan PK pada 11 Juni 2020.

Pelanggar PSBB Transisi Berulang-ulang Bakal Dikenakan Denda Progresif

BERITA FOTO: Selamat Menikmati, Makan Gratis bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Sebulan sebelumnya, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking bertemu dengan Lurah Grogol Selatan Asep Subahan untuk mengurus pembuatan e-KTP.

Anita juga diketahui melobi Brigjen Prasetijo Utomo untuk membuat surat jalan dari Jakarta ke Pontianak. Prasetijo juga ketahuan memfasilitasi penerbitan surat bebas Covid-19 atas nama Joko Tjandra.

Akibatnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecat Asep dan Prasetijo dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. Sementara Anita ditetapkan sebagai tersangka. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved