Breaking News:

Berita Nasional

Politikus PKS: Harus Ditindak Tegas Pembakaran Poster Bergambar Tokoh FPI Habib Rizieq

Politikus PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, meminta polisi bertindak tegas atas aksi pembakaran poster bergambar tokoh FPI Habib Rizieq Shihab.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Foto ilustrasi: Massa Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI membentangkan poster wajah Rizieq Shihab, di sekitar bundaran patung kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di media sosial viral pembakaran poster bergambar tokoh Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab yang dilakukan oleh sejumlah orang disertai orasi.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi, meminta polisi bertindak tegas atas aksi pembakaran poster bergambar tokoh FPI Habib Rizieq Shihab, yang mewarnai demo di depan Gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta, 27 Juli lalu.

"Hal itu seharusnya tidak boleh dilakukan dalam sebuah aksi unjuk rasa. Tindakan tersebut termasuk perbuatan menyatakan permusuhan dan kebencian. Seharusnya aparat memproses mereka dengan pasal 156 KUHP," kata Aboe Bakar melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Menurut Aboebakar yang juga ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR itu, seharusnya.aparat bertindak sigap dengan kondisi yang saat ini terjadi.

Jangan sampai, kata dia, polisi terlihat cekatan ketika menerima laporan dari satu pihak, sedangkan ketika ada laporan dari pihak lain terlihat kurang sigap, apalagi lambat menanggapi.

 BREAKING NEWS: Seorang Pria Ditemukan Meninggal, Halte Transjakarta Slipi Langsung Ditutup

 Anies Baswedan Ikut Tandu Keranda Jenazah Petugas PPSU Korban Tabrak Lari di Kelapa Gading

"Harus diingat setiap tindakan yang diambil aparat akan selalu menjadi sorotan publik. Dan, tentu kita semua tidak ingin masyarakat melihat Polri seolah berat sebelah," ujarnya.

Jika dulu pada kasus Ahmad Dani, laporan soal tindakan ujaran kebencian bisa diproses cepat, menurut anggota Komisi III DPR itu, tentu pada kejadian saat ini hal serupa bisa dilakukan.

Sebab, ia khawatir jika aparat tidak bertindak sebagaimana mestinya, nanti ada yang mengambil langkah sendiri dengan melakukan tindakan "eigen rechting" atau perbuatan main hakim sendiri.

"Tentunya ini tidak boleh terjadi. Lebih baik polisi segera melakukan tindakan, apalagi banyak rekaman yang sudah beredar, sehingga cukup mudah mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dan siapa saja yang harus bertanggung jawab," kata dia.

 Turki dan Rusia: Musim Tentara Bayaran

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved