Breaking News:

Berita Tangerang

Kesal Proses Jual Beli Kucing Dibatalkan, Pria Ini Dianiaya Sang Penjual Kucing

Yanto (22) warga Kampung Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban penganiayaan.

Warta Kota/Rizki Amana
Yanto korban penganiayaan oleh pelaku penjual kucing menunjukan bercak darah pada pakaiaannya yang dikenakan saat penganiayaan berlangsung, Rabu (29/7/2020). 

 WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Yanto (22) warga Kampung Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban penganiayaan.

Dia mengalami luka sobek di kepala karena dianiaya oleh pelaku berinisial N.

Korban menuturkan, kronologi peristiwa itu bermula saat dirinya sedang mencari-cari akun penjualan kucing di media sosial Facebook.

Kemudian, dia menemukan salah satu akun penjual di media sosial itu, lantas  Yanto mulai menjalin komunikasi sebagai perjanjian jual beli kucing itu.

Dua Satpam Korban Penganiayaan Dijadikan Tersangka, LBH Bilang Kehilangan Akal Sehat

Dalami Kasus Penganiayaan Pembeli Kucing di Serpong, Polisi Masih Tunggu Kondisi Kesehatan Korban

Kedua belah pihak pun bersepakat melakukan proses jual beli kucing dengan mekanisme cash on delivery (COD) pada Rabu, 22 Juli 2020.

Penjualan dilakukan di sekitar kawasan Jalan Pahlawan Seribu, Lengking Wetan, Serpong, Tangsel.

"Awalnya si dia (pelaku) jual kucing di grup Facebook lalu saya COD-an. Saya lihat lah kucing itu ternyata enggak sesuai yang ditawarkan," kata saat ditemui di rumahnya, Lengkong Wetan, Rabu (29/7/2020).

"Saya tawarkan uang Rp 20.000 untuk ganti uang bensin lalu pelaku kurang senang hati," katanya lagi.

Lurah Imbau Warga Tak Ragu Laporkan Tindak Penganiayaan pada Anak

Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Ibu Tiri Terkait Kasus Penganiayaan Anak di Duren Sawit

Pembatalan pembelian kucing dilakukan Yanto karena kondisi hewan peliharaan itu tidak sesuai dengan deskripsi penjualan yang diinformasikan.

Namun, pembatalan itu justru membuat kedua belah pihak bertikai hingga terjadi aksi penganiaayan oleh pelaku terhadap Yanto.

"Dia marah langsung, busung dada gitu. Dua kali pakai batu bata pukul di bagian kepala," katanya.

Saat ini korban telah membuat laporan ke Polsek Serpong terkait peristiwa pengaiayaan berat yang dialamiya.

Yanto mengatakan, hingga saat ini pihak Polsek Serpong masih meminta keterangan dari dirinya guna kepentingan proses penyelidikan.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved