Breaking News:

Diperiksa Polisi atas Kasus Perusakan SMAN 13, Lurah Benda Baru: Saya Cuma Sampaikan Aspirasi Warga

Dalam pernyataannya itu, Saidun mengakui kesalahan yang diperbuatnya terkait perusakan fasilitas SMAN 3 Tangsel.

Warta Kota/Rizki Amana
Lurah Benda Baru, Pamulang, Saidun usai menajalni pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Pamulang dalam perkara perusakan disertai ancaman di SMAN 3 Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Sekira pukul 16.15 WIB Lurah Benda Baru, Saidun selesai menjalani pemeriksaan dari ruang Sat Reskrim Mapolsek Pamulang.

Dalam pernyataannya itu, Saidun mengakui kesalahan yang diperbuatnya terkait perusakan fasilitas SMAN 3 Tangsel.

"Hari ini saya sudah hadir di Polsek Pamulang dengan menjalankan sesuai prosedur kesalahan saya," kata Saidun yang tidak mengenakan masker tersebut, saat memberikan pernyataannya di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Selasa (28/7/2020).

 Ini 3 Tempat Kemping Asyik di Bogor untuk Ajak Keluarga Berwisata

 Terdampak Pandemi, Pilot ini Banting Setir Jadi Kurir Makanan, Dulu Gaji Rp 2 Juta, kini Rp 250.000

Namun, Saidun mengelak terkait perkara soal dirinya yang menjadi calo.

Yaitu untuk calon siswa untuk dapat masuk ke SMAN 3 Tangsel melalui jalur yang tidak sah pada saat dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020-2021.

Saidun menuturkan bila dirinya hanya melanjutkan aspirasi dari warganya untuk dapat menyekolahkan anak yang dititipkan kepadanya itu.

"Kalau bicara nitipin (calon siswa-red) enggak ada titipan. Saya cuma menyampaikan aspirasi masyarakat saya, keinginan masyarkat Benda Baru kepingin sekolah di Benda Baru, kenapa sih sulit, itu saja," kata Saidun mengelak.

 Terungkap! Ternyata Brigjen Pol Prasetijo pernah Minta Anak Buahnya Bakar Surat Jalan Djoko Tjandra

 Pria dan Wanita Ditemukan Tewas tanpa Busana di Dalam Mobil, saat Berlayar di Atas KMP Nusa Putra

Diketahui, Saidun mengamuk dan merusak di ruang Kepala SMAN 3 Tangsel akibat gagal masuknya calon siswa yang dicalokannya pada PPDB Tahun Ajaran 2020-2021.

Tak terima pada perlakuan itu, pihak SMAN 3 Tangsel melaporkan peristiwa perusakan disertai ancaman itu kepada Polsek Pamulang.

Dalam laporan itu, pihak SMAN 3 Tangsel memaparkan bila Saidun memaksa meminta untuk diterimanya calon siswa yang dimintanya sebanyak lima orang itu.

"Pada saat itu terlapor (Saidun-red) masuk ke dalam ruangan Kepala SMAN 3 Tangsel bermaksud untuk memaksa Kepala Sekolah SMAN 3 Tangsel agar menerima dua orang calon siswa baru," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto dalam keterangannya, Tangsel, Kamis (16/7/2020).

"Pada saat itu pelapor (pihak SMAN 3 Tangsel) menjawab maksud dari terlapor datang ke ruang kepala sekolah itu dengan jawaban sebelumnya ada tiga calon siswa baru mengatasnamakan Lurah Benda Baru masih berstatus cadangan," lanjutnya.

Mendengar jawaban itu Saidun menendang toples hidangan makanan ringan yang ada di ruang Kepala SMAN 3 Tangsel.

Atas perbutannya itu Saidun terancam melanggar Pasal 335 Ayat 1 dan 406 KUHP tentang Kekerasan atau Ancaman Kekerasan dan Perusakan Barang. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved