Breaking News:

Penganiayaan

Anak yang Dianiaya Ayah Kandungnya di Duren Sawit akan Disekolahkan Gratis

CPP direncanakan untuk masuk sekolah pesantren, namun Rasikin menjelaskan hal tersebut bisa terlaksana apabila pihak keluarga mengizinkannya.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Lurah Pondok Kopi Rasikin saat berkunjung ke rumah anak korban penganiayaan di RT 03/04 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (27/7/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - CPP (12) (sebelumnya ditulis RPP) anak yang dianiaya ayah kandungnya akan disekolahkan gratis.

Hal tersebut dikatakan oleh Lurah Pondok Kopi, Rasikin.

Di mana ia menyebut terdapat sejumlah pihak yang hendak mengulurkan tangan guna membantu CPP.

"Kebetulan di sini ada paguyuban, yayasan dan yatim piatu yang mau menawarkan bantuan, nanti akan segera kami diskusikan," kata Rasikin di kediaman korban, RT 03/04 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (27/7/2020).

 Torpedo Kambing Dipercaya Bisa Tingkatkan Libido, Namun Layak Dikonsumsi Kah? ini Penjelasanya

 Akui Ariel Menjadi Mantan Terindah, Luna Maya: Paling Banyak Beri Pengalaman

CPP direncanakan untuk masuk sekolah pesantren, namun Rasikin menjelaskan hal tersebut bisa terlaksana apabila pihak keluarga mengizinkannya.

"Insya Allah akan kita bantu terus. Kalau nanti ingin masuk pesantren, nanti kami diskusi dengan masyarakat yang siap membantu dan mendukung, tapi harus seizin orang tuanya," ucapnya.

CPP terakhir kali mengenyam bangku pendidikan saat di bangku PAUD.

Ia pun belum pernah sekali pun merasakan duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Selain menawarkan bantuan untuk bersekolah, Rasikin juga memberikan santunan berupa uang kepada pihak keluarga untuk membantu biaya pengobatan CPP.

Sebelumnya, CPP diketahui jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, Abdul Mihrab (40).

Penganiayaan tersebut disinyalir dilakukan sejak Mihrab menikah siri dengan Ade Rohmah (40) pada satu setengah bulan yang lalu.

 Sapi Kurban Jokowi Dijaga Pemilik hingga Ngeronda dan Diberikan Karpet Rp 2 Juta untuk Tidur

 Bikin Geger, Muda-Mudi Berhubungan Intim di Hotel jadi Tontonan Warga, karena Lupa Menutup Gorden

Tak hanya dianiaya, CPP juga diperbudak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyuci pakaian.

Ia pun jarang diberi makanan hingga sering kelaparan.

Perbuatan Mihrab diviralkan oleh keluarganya yang tinggal bersebelahan lantaran kasihan terhadap CPP.

Mihrab kini telah ditahan di Mapolrestro Jakarta Timur sejak Kamis (23/7/2020) lalu. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved