Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Wali Kota Depok Ijinkan Kembali Diadakannya Pesta Pernikahan dan Khitanan Dengan Sejumlah Syarat

Pesta khitanan dan pernikahan warga boleh digelar dan telah mendapatkan izin Wali Kota Depok, Jawa Barat, di masa pandemi Covid-19 ini.

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna (kiri) terlihat akur saat menghadiri sidang Paripurna terkait laporan pertanggung jawaban penggunaan APBD Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Kota Depok, Kamis (23/7/2020). Pemerintah Kota Depok telah mengijinkan digelarnya pesta pernikahan dengan sejumlah syarat di tengah pandemi Covid-19 ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kabar gembira bagi para calon pengantin di Kota Depok, Jawa Barat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok menyampaikan, Wali Kota Depok Mohammad Idris telah memberikan ijin kembali untuk diadakannya pesta pernikahan.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Depok Nomor 49 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perwal Kota Depok Nomor 37 Tahun 2020.

Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) saat jumpa pers dalam peresmian The Park Sawangan, Jalan Ciputat Raya, Parung, Bojongsari, Depok, Kamis (16/7/2020).
Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) saat jumpa pers dalam peresmian The Park Sawangan, Jalan Ciputat Raya, Parung, Bojongsari, Depok, Kamis (16/7/2020). (Warta Kota/Vini Rizki)

Peraturan Wali Kota tersebut berisi pedoman PSBB Proporsional sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Depok.

Dinyatakan dalam peraturan itu bahwa pesta khitanan juga telah diperbolehkan dilakukan warga di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam Perwal Kota Depok Nomor 49 Tahun 2020 mengatur kegiatan perayaan khitanan dan perayaan pernikahan yang sudah mulai diizinkan dengan beberapa ketentuan.

Imam Budi Hartono Siap Jadi Calon Wakil Wali Kota Dampingi Mohammad Idris di Pilkada Depok 2020

Tiru DKI Jakarta dan Singapura, Polres Depok Bakal Terapkan E-Tilang Tekan Pelanggaran Lalu Lintas

Ketentuan yang dimaksudkan adalah:

a. Tidak boleh ada kontak fisik secara langsung (bersalaman/berpelukan) baik antara penyelenggara, tamu mapun antar tamu yang hadir.

b. Undangan dibatasi paling banyak 50 orang dalam setiap 1 jam atau jika menggunakan tenda terbuka atau luar ruangan diatur 50 persen dari kapasitas dan jika menggunakan gedung/ruang tertutup diatur 30 persen dari kapasitas.

c. Tidak diperkenankan jamuan makan secara prasmanan (makanan disiapkan dalam box atau take away).

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved