Breaking News:

Berika Bekasi

Tebar Bau Busuk, Pemkot Bekasi Periksa Kandungan Air Kali di Perbatasan Kabupaten Bogor

Yayan Yuliana mengatakan bahwa pengambilan sampel air untuk meneliti kandungannya air yang tercemar itu.

Humas Pemkot Bekasi
Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, melakukan pengecekan dan pengambilan sampel air kali diperbatasan wilayah Kabupaten Bogor. 

Pemerintah Kota Bekasi tengah mengembangkan kawasan Curug Parigi yang berada di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang Kota Bekasi menjadi lokasi wisata alam.

Namun upaya itu kerap kali terbentur dengan adanya pencermaran limbah di kawasan tersebut.

Diketahui, Curug Parigi itu merupakan aliran Sungai Cileungsi dekat perbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor. Aliran sungai itu mengalir bertemu aliran Sungai Cikeas untuk menuju ke Kali Bekasi wilayah Kota Bekasi hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi.

Sudah tak terhitung, kawasan itu tercemar limbah. Air sungai juga berwarna hitam dan mengeluarkan aroma bau busuk, terkadang juga mencul buih seperti busa yang cukup tebal.

Kondisi itu tentunya merusak keindahan Curug Parigi yang tengah dikembangkan menjadi lokasi wisata alam Kota Bekasi.

Acam, warga sekitar mengatakan bahwa keberadaan limbah yang mengotori aliran ini sudah terjadi sejak tahun 2018. Jumlahnya juga tak terhitung, sungai itu tercemar.

Sinopsis A Knights Tale di Trans TV, Minggu (26/7) Permainan Adu Tombak di Kalangan Bangsawan

Dukungan Paula Verhoeven Buat Baim Wong Raih Penghargaan IMAA 2020

Pencemaran yang terjadi membuat air menjadi hitam, berbuih, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Ya bau jadinya, merusak pemandangan aja. Tapi si kalau pengunjung suka ada aja yang datang," katanya yang turut membuka lapak makanan di kawasan tersebut.

Limbah tersebut juga membuat ikan disepanjang aliran sungai mati. Habitat ikan juga mulai berkurang setelah adanya pencemaran ini.

Hanya tersisa ikan sapu-sapu yang masih ada di kawasan ini.

"Kalau dulu lama bangat mah jernih ya, ikan banyak, ada mujaer, tawes, banyak lah. Sekarang sudah pada mati, sudah jarang bangat. Ada sapu-sapu, itu juga pada mabok kalau lagi ada limbah," jelas dia. 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved