Breaking News:

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Suami Bunuh Istri di Pamulang, Korban Diduga Sedang Mengandung

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi ketika sang istri diduga sedang mengandung anak dari buah pernikahannya tersebut.

Warta Kota/Rizki Amana
Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto 

Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Kekerasan berulang-ulang

Penyebab  Thayyibah tewas karena dipukuli suami, Ansari, Minggu (26/7/2020).

Peristiwa itu terjadi di  Jalan Cabe 1, RT 005, RW 004, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Work From Home Selama Pandemi Covid-19 Ternyata Bikin Perceraian dan KDRT Meningkat

Kisah Wanita Korban KDRT yang Malah Dipenjara dan Dideportasi Usai Laporkan Kasusnya ke Polisi

Warga setempat bernama Adi mengatakan, pasangan suami istri (pasutri) itu belum lama menempati kediamannya di Jalan Cabe yang juga digunakan sebagai warung kelontong.

Menurutnya, kekerasan kerap dialami korban saat sedang melayani pembeli di warung kelontongnya itu.

"(Tinggal-Red) berdua saja, baru nikah dan belum sampe setahun tinggal di sini. Kalau ribut-ribut sih enggak, cuman orang kalo belanja liat kadang dipukulin istrinya," kata Adi, Minggu (26/7/2020).

Maysaroh, warga sekitar lainnya, mengatakan, dia tidak mengetahui tentang kronologi peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut.

Arya Satria Claproth Ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka Kasus KDRT, Apa Tanggapan Karen Pooroe?

Ismed Sofyan Dituduh Selingkuh dan KDRT, Belum Juga Berikan Uang Iddah Hingga Dilaporkan Istrinya

"Kronoligisnya sih saya enggak tahu, pas saya lihat ada luka biru di muka (korban). Dan saya yang hubungi RT," katanya.

"Tapi enggak ada RT saya hubungi Wakil RT, tapi lama datengnya baru datang kemari," kata Maysaroh.

Saat ini pelaku telah diamankan Polsek Pamulang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved