Breaking News:

New Normal

Risiko Penularan Masih  Tinggi,  Pemerintah Imbau Warga Taati Protokol Kesehatan

Semenjak pembatasan sosial dilonggarkan pada awal Juni lalu, pemerintah menemukan fakta adanya klaster baru penyebaran virus di lingkungan perkantoran

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Nur Ichsan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto. 

"Para pemilik gedung perkantoran perlu memerhatikan sirkulasi udara yang bagus di ruangan hingga toilet. Ruangan juga harus rutin disiram dengan desinfektan," ungkapnya.

Selain itu, rapat sebisa mungkin hanya menghadirkan sesedikit mungkin orang untuk menghindari kerumunan. Peserta lainnya bisa mengikuti secara daring lewat aplikasi yang saat ini sudah banyak tersedia.

Sementara untuk karyawan, selain wajib menggunakan masker di lingkungan kantor, sebisa mungkin membawa makanan dari rumah agar terhindar dari kontak dengan orang lain.

Perkantoran Swasta Maupun Pemerintah di Jakarta Mulai Terpapar Covid-19

"Karyawan yang punya komorbid (penyakit penyerta) seperti hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit-penyakit lainnya sebaiknya bekerja dari rumah untuk menghindari risiko," tambah Yuri.

Aktivitas olahraga

Selain perkantoran, klaster baru lain yang perlu diwaspadai oleh masyarakat adalah aktivitas olahraga seperti bersepeda atau lari yang dilakukan secara berkelompok.

Beberapa kasus positif Covid-19 muncul dari aktivitas bersepeda bareng atau olahraga lainnya di ajang car free day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor).

"Data yang kami terima menunjukkan beberapa kasus  penularan baru akhir-akhir ini berasal dari car free day. Meskipun tidak banyak, tapi ini menjadi masalah. Orang naik sepeda janjian sama temannya. Setelah bersepeda lalu kumpul-kumpul tanpa mengindahkan protokol sehingga rawan terjadi penularan baru,” jelas Yuri.

Untuk itu, Yuri menyarankan agar masyarakat melakukan aktivitas olahraga yang risikonya rendah. Kalau olahraga yang risiko tinggi, usahakan agar tidak berkerumun.

Panduan yang sama berlaku untuk aktivitas di luar ruangan lainnya seperti berwisata.

Tidak Hanya Mal, Pengunjung Tempat Wisata di Jakarta juga Sepi setelah Dibuka Kembali untuk Umum

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved