Breaking News:

New Normal

Risiko Penularan Masih  Tinggi,  Pemerintah Imbau Warga Taati Protokol Kesehatan

Semenjak pembatasan sosial dilonggarkan pada awal Juni lalu, pemerintah menemukan fakta adanya klaster baru penyebaran virus di lingkungan perkantoran

Warta Kota/Nur Ichsan
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pandemi Covid-19 masih terus menghantui masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Sejak wabah ini masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, jumlah penderita yang terinfeksi terus mengalami peningkatan.

Apalagi sejak pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak awal Juni lalu, lonjakan warga yang terpapar virus ini cukup signifikan.

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) saat ini, pemerintah telah mengizinkan aktivitas perekonomian beroperasi lagi.

Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian nasional yang terpuruk karena dampak virus ini.

Pihak Istana Bilang Istilah New Normal Tak Dipahami Baik oleh Masyarakat karena Pakai Bahasa Asing

Namun pemerintah belum mengizinkan semua sektor usaha untuk beroperasi karena risiko penularan virus yang cukup tinggi. Satu diantaranya adalah usaha hiburan seperti bioskop dan diskotik.

"Tempat hiburan seperti bioskop dan diskotik belum direkomendasikan untuk dibuka kembali saat ini. Tingkat risiko penularan virus di tempat seperti ini sangat tinggi," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Perubahan istilah dan pedoman terkait Covid-19.
Perubahan istilah dan pedoman terkait Covid-19. (Dok. Kemenkes)

Meskipun kapasitas dikurangi hingga 50 persen pun, bioskop tetap belum diperbolehkan dibuka karena sirkulasi udara yang kurang bagus.

"Sulit bagi bioskop untuk terapkan protokol kesehatan. Selain itu, kita tidak bisa memastikan semua yang datang sehat. Apalagi menurut data kami 80 persen pasien positif Covid itu orang yang terkonfirmasi tanpa gejala," paparnya.

Menurut mantan juru bicara penanganan Covid-19 ini, tempat hiburan seperti  bioskop dan diskotik baru bisa buka kalau Covid-19 sudah terkendali.

Halaman
1234
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved