Breaking News:

Berita Tangerang

Polsek Neglasari Amankan 4 Warga Main Layang-layang Dekat Bandara Soekarno-Hatta

Sejumlah pemain layang-layang yang menggangu aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun diamankan.

Wartakotalive/Andika Panduwinata
Jajaran Polsek Neglasari, Polrestro Tangerang menggelar operasi penertiban layang-layang. Sejumlah pemain layang-layang yang mengganggu aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta pun diamankan 

Saat ini, warga blokade Jalan Perimeter Utara Bandara Soetta, sehingga menyebabkan akses jalan Bandara Soetta lumpuh total.

 Timbulkan Polemik, Surat Edaran Siswa Wajib Berbusana Muslim Akhirnya Dicabut. Kepsek Minta Maaf

 Moeldoko Ungkap Jaringan Teroris Bakal Ikut Bermain saat Aksi Massa di Sidang Putusan MK Besok

 Tabung Gas Diduga Meledak di Rumah, Warga Alami Luka-luka

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, ratusan massa ini mulai menggelar aksinya pada Senin (24/6/2019) kemarin.

Tiga hari melancarkan demo, mereka tetap melakukan penghadangan di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta.

Pantauan di lokasi, jalur tersebut masih ditutup. Warga memblokade jalan dengan bongkangan batu, kayu dan juga pohon pisang.

"Saya kesal sudah bertahun - tahun belum ada ganti rugi makanya tetap bertahan," ujar Mulya (44) satu dari pengunjuk rasa, Rabu (26/6/2019).

 Tak Diterima di Negeri, Pemkot Bekasi Subdisi Dana Pendidikan untuk Siswa SMP Swasta

 Proses PPDB di Bekasi Jumlah yang Sudah Diverfikasi Data Sebanyak 31.339

 Polisi Ringkus Pemasok Narkoba ke Jerry Aurum, Ternyata Kakak Beradik

Menurutnya, pihaknya hingga kini belum mendapatkan kejelasan dari jajaran PT Angkasa Pura II.

Ia mengaku akan terus melakukan aksi terkait persoalan ini.

"Malah kami mau diusir paksa dari rumah. Mau digusur buat dibangun runway," ucapnya.

Hal senada yang diungkapkan oleh Rohani.

Nenek berusia 70 tahun itu merasa cemas dan ketakutan.

"Saya sudah tinggal di sini sudah 70 tahun. Tiba - tiba saja mau digusur," kata Rohani.

Sementara itu Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano angkat bicara.

Ia menyebut pihaknya telah melakukan proses ganti rugi sesuai aturan hukum.

Proses konsinyasi dilakukan dan uang ganti rugi dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang.

"Uang ganti rugi sudah dibayar melalui proses konsinyasi. Karena memang ada sengketa kepemilikan sertifikat antara warga dengan warga lainnya di daerah itu," papar Yado kepada Warta Kota melalui sambungan telepon.

Warga Blokade Jalan Pakai Pohon Pisang

Saat ini, suasana di kawasan Bandara Soetta memanas, lantaran warga blokade akses jalan Bandara Soetta. Berikut ini penyebab warga blokade jalan di Bandara Soetta, Senin (24/6/2019)
Saat ini, suasana di kawasan Bandara Soetta memanas, lantaran warga blokade akses jalan Bandara Soetta. Berikut ini penyebab warga blokade jalan di Bandara Soetta, Senin (24/6/2019) (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Sebelumnya, suasana di kawasan Bandara Soetta memanas, lantaran warga blokade akses jalan Bandara Soetta.

Berikut ini penyebab warga blokade jalan di Bandara Soetta.

Kondisi sekitar Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, memanas pada Senin (24/6/2019).

Saat ini, ratusan warga lakukan aksi blokade jalan di Bandara Soetta di lokasi tersebut.

Saat ini, suasana di kawasan Bandara Soetta memanas, lantaran warga blokade akses jalan Bandara Soetta. Berikut ini penyebab warga blokade jalan di Bandara Soetta, Senin (24/6/2019)
Saat ini, suasana di kawasan Bandara Soetta memanas, lantaran warga blokade akses jalan Bandara Soetta. Berikut ini penyebab warga blokade jalan di Bandara Soetta, Senin (24/6/2019) (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Pantauan Warta Kota di lokasi, warga blokade jalan pakai batang pohon pisang.

Warga mengamuk lantaran lahannya saat ini belum dibayar.

Diketahui lahannya belum dibayar pihak PT Angkasa Pura II.

Pembayaran tersebut terkait pembangunan landasan lacu pesawat atau runway 3 Bandara Soetta.

Aksi warga saat itu pun semakin tak terkendali.

Masyarakat yang berasal dari Desa Rawa Rengas, Kabupaten Tangerang ini bakar kayu.

Selain itu juga warga membakar ban bekas di area sekitar bandara.

"Kami menggelar aksi blokade jalan ini sampai tanggal 28 Juni 2019 atau hingga pihak PT Angkasa Pura II membayar ganti rugi lahan yang dibebaskan untuk pembangunan runway 3," ujar Kowo satu dari warga unjuk rasa di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (24/6/2019).

Wawan warga asal Desa Rawa Rengas lainnya merinci masih banyak bidang yang belum dilakukan proses ganti rugi.

Di antaranya 65 lahan dan 138 bangunan yang dihuni 144 Kepala Keluarga atau lebih dari 700 jiwa belum dilakukan pembayaran.

"Padahal Presiden Jokowi kemarin mengunjungi pembangunan runway 3 dan meminta Juli ini segera dioperasikan," ucap Wawan.

Menurut Wawan, lahan serta bangunan milik warga yang belum terbayarkan masih dalam sengketa atau lebih dari satu sertifikat.

Mereka terancam digusur paksa pada Juli 2019 mendatang.

"Untuk itu kami meminta keadilan kepada PT Angkasa Pura II. Segera dibayarkan ganti rugi, meski biaya ganti rugi telah dititipkan ke Pengadilan Negeri Tangerang melalui proses konsinyasi," katanya.

Sementara itu Kepala Desa Rawa Rengas, Ingkil meminta PT Angkasa Pura II fasilitasi pertemuan dengan pihak yang bersengketa.

Yakni antara warga dengan pihak yang mengklaim tanah mereka.

"Dampak blokade Jalan Perimeter Utara ini tidak dapat dilalui kendaraan. Baik itu dari dari arah Tangerang menuju Jakarta atau sebaliknya," paparnya.

Sempat Geruduk PN Tangerang

Pembangunan proyek landasan pesawat atau Runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang dipersoalkan warga.

Ratusan warga RW 15 dan 18 Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menggeruduk Kantor Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (11/3/2019) untuk berunjuk rasa mengenai persoalan tersebut.

Para pendemo mengaku sebagai warga terdampak pembebasan lahan pembangunan Runway 3 Bandara Soetta.

Mereka mendatangi PN Tangerang untuk segera menyelesaikan masalah penjualan melalui titipan (konsinyasi) pada lahan sengketa itu, untuk segera dibayarkan ganti kerugian bangunan.

Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun PT Angkasa Pura II selaku tim pembebasan lahan, telah menitipkan uang ganti kerugian senilai Rp 430,35 miliar kepada PN Tangerang.

Karena berdasarkan UU No 22/2012 tentang sistem pembayaran tanah bersengketa.

Dalam unjuk rasa tersebut, lima orang warga pun bertemu dengan pihak pengadilan untuk mediasi.

Hasilnya, pihak bersengketa wajib mengikuti keputusan perkara.

"Berdasarkan komunikasi dengan pihak pengadilan, pertama tugas pengadilan adalah sebagai penerima titipan berdasarkan peraturan Mahkamah Agung. Kedua, tugasnya mengadili sengketa," ujar Sapri selaku warga RW 15 usai mediasi dengan pihak pengadilan.

Sapri menyampaikan bahwa pihak pengadilan hanya bisa memberi keputusan berdasarkan perkara dan tidak memiliki kebijakan.

Sementara kebijakan berada di panitia dalam hal itu pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional.

"Kesimpulannya, kita harus lanjutkan kepada BPN Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Rawa Rengas Mukhlis menjelaskan 200 kepala keluarga yang menempati 200 bidang di RW 15 dan 18 ini diklaim telah menduduki lahan orang lain.

"Adapun yang belum terbayar ini karena mendapat pengakuan dari orang lain bahwa ada tiga kelompok besar yaitu Century, Mulyadi dan Marin Konboy," kata Mukhlis.

Menurutnya, PT Angkasa Pura II selaku tim pembebasan lahan telah mengganti rugi seluruh warga terdampak pembebasan lahan pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, karena 200 kepala keluarga itu mengalami sengketa, saat ini prosesnya berada di Pengadilan.

"Jadi kalau pihak AP II dalam hal ini sudah kelar. Ada 90 persen sudah dibayar. Tapi 10 persennya yaitu kurang lebih 200 bidang belum terbayar karena konsinyasi," paparnya.

Rampung Juni 2019

Menteri Perhubungan, Budi Karya Soemadi meninjau progres pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Ditemani Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awalludin, Budi berkeliling Runway 3 atau landasan pacu untuk cek progres proyek tersebut.

Proyek yang dikerjakan sejak tahun 2018 tersebut diyakini Budi dapat beroperasional penuh pada Juni 2019.

"Runway 3 sendiri atau landasan pacu sekarang kira-kira menjelang 60 persen. kita akan selesaikan Insha Allah akhir Juni bisa dipakai," jelas Budi di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/6/2019).

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan bahwa Runway 3 tersebut dapat memberikan ruang lebih untuk pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Budi, bila runway 3 selesai dapat menampung hingga 114 pergerakan pesawat per jamnya.

Pada sebelumnya hanya dapat menampung 81 pergerakan pesawat setiap jamnya.

"Per jam itu kira-kira 81 sampai 83 dengan runway 3 ini akan menjadi 114, jadi kurang lebih naik 30 persen lah. Selain itu dengan adanya runway 3 ini juga mempermudah kita maintenance," jelas Budi.

Sementara untuk pembangunan paralel taxiway Bandara Soekarno-Hatta pembangunannya diklaim sudah mencapai 93 persen dan dapat digunakan penuh pada bulan Mei 2019.

"Dengan adanya tambahan ini tentu membuat kualifikasi bandara Soekarno-Hatta semakin baik. kita harapkan kepercayaan masyarakat dunia, aviasi, bertambah. Juga menjadikan Soekarno-Hatta ini menjadi suatu showcase setelah kita selesaikan ini menjadi showcase yang baik sehingga safety lebih terjamin," tutur Budi.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved