Breaking News:

Virus Corona

Anies Menyebut 66 Persen Orang yang Terkonfirmasi Covid-19 Berkategori Konfirmasi Tanpa Gejala

Berdasarkan pendataannya, 66 persen orang yang terkonfirmasi Covid-19 berkategori konfrmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Warta Kota/Joko Supriyanto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan perpanjangan PSBB transisi di Balai Kota, Rabu (1/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan, pemerintah daerah aktif mencari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Caranya dengan meningkatkan pengetesan swab test memakai alat PCR kepada orang yang pernah kontak dengan pasien dan berada di zona rawan Covid-19.

“Tujuan kami justru menemukan yang positif, lalu mengisolasi mereka. Karena itu kami meningkatkan testing,” kata Anies, Minggu (26/7/2020). Anies mengatakan, penambahan kasus baru dari pengetesan Covid-19 justru salah satu cara pemerintah untuk menekan penularan virus.

Beda halnya bila pemerintah mengurangi testing,  orag dengan kategori konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) berpotensi tinggi menularkannya kepada yang lain karena mereka tidak menyadari telah terjangkit Covid-19. “Ketika meningkatkan testing, maka warga yang sudah terpapar jadi ditemukan, lalu angka positifnya tentu saja menjadi bertambah,” lanjut Anies.

Raih 4 Medali Emas, Dua Wanita Atlet Pencak Silat Asal Tangerang Senang Dapat Beasiswa Kuliah Gratis

Pemkot Tangsel Kembali Perpanjang Masa PSBB Kota Tangsel

Di sisi lain, angka positif Covid-19 di Jakarta cenderung menjadi lebih rendah. “Kalau kami menemukan, berarti kami mengurangi masalah. Bayangkan kalau tidak menemukan, dia pergi ke keluarganya dan ke tempat kerjanya, dia tidak diisolasi, sehingga dia menularkan terus,” ungkapnya.

Menurutnya, penambahan kasus ini juga harus dilihat dari tingkat positivity rate atau PR (temuan kasus dari pengetesan) yang dilakukan petugas. Saat ini, tingkat PR di Jakarta mencapai 5,2 persen atau lebih tinggi 0,2 persen dari standar minimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Karena itu, Anies meminta kepada masyarakat jangan melihat dari sudut pandang pertambahan kasus saja, tapi lihat dari persentase positif. “Kalau itu dilakukan, akan lebih menggambarkan situasi yang dihadapi di sebuah wilayah,” katanya.

Asimptomatik

Dalam kesempatan itu, Anies juga tak ingin mengurangi pengetesan Covid-19 di Jakarta hanya untuk memberikan kesan Jakarta aman. Berdasarkan pendataannya, 66 persen orang yang terkonfirmasi Covid-19 berkategori konfrmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Cegah Corona, Assure Hadirkan Disinfektan Maker dan Thermo Gun Pintar

Transjakarta Pasang 236 Mesin Isi Ulang Kartu Uang Elektronik di 100 Halte

“Saya ingin menggarisbawahi kepada semuanya, kami akan terus meningkatkan testingnya. Kami akan terus mencari mereka yang positif tanpa gejala, supaya mereka diisolasi dan masyarakat kita bisa selamat,” jelasnya.
Untuk target pengetesan sendiri, kata Anies, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Dia mencontohkan bila ada satu orang positif, petugas akan melacak (tacing) dengan siap dia berkontak selama dua pekan terakhir. Oleh petugas, orang-orang yang pernah berkontak langsung dengannya akan dites Covid-19 “Jadi range-nya itu sekitar 3.000-5.000 testing per hari tergantung kebutuhan. Pekan lalu saja dalam satu minggu itu dilakukan testing 37.000 orang,” imbuhnya.

Sementara, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta menyampaikan terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 378 kasus pada 26 Juli 2020. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, adapun jumlah kumulatif kasus Konfirmasi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 19.001 kasus.

Ombudsman Banten Desak BKPP Tangsel Jangan Lamban Usut Lurah Benda Baru, Apalagi Ada 6 Siswa Titipan

Kunci Kesuksesan Gelandang Persija Jakarta Evan Dimas saat Berlaga

Dari jumlah tersebut, 11.886 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 772 orang meninggal dunia. "Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.491 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.852 orang melakukan isolasi mandiri (termasuk data Wisma Atlet). Untuk Suspek yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.434 orang, sedangkan Suspek yang masih menjalani isolasi di RS sebanyak 1.557 orang, dan yang meninggal sebanyak 2.227 orang," paparnya dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Ia menambahkan, untuk status Probable, sebanyak 38 orang telah selesai menjalani isolasi mandiri dan 275 orang meninggal. Untuk Pelaku Perjalanan yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 106 orang. Sedangkan, untuk Kontak Erat kasus confirm atau probable yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 9.666 orang.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved